
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Forum Komunikasi Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara Syawalan dan Halal Bihalal pada Selasa, (7/4/2026) bertempat di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi organisasi serta menegaskan komitmen Pemda DIY dalam mempertahankan peran relawan sosial di tengah kebijakan penghapusan di tingkat nasional.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pensosmas DIY saat ini merupakan satu-satunya yang masih eksis di Indonesia. Meskipun Kementerian Sosial telah menghentikan program ini secara nasional pada tahun 2022, DIY mengambil kebijakan untuk tetap menghidupkan Pensosmas melalui pemberdayaan relawan tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pusat.
“Kita punya semangat pasti banyak jalan tanpa anggaran. Di provinsi, kami melibatkan semua Pensosmas dalam kegiatan kami sebagai moderator atau peran lainnya agar mereka tetap bergerak sebagai relawan,” ujar Endang Patmintarsih. Saat ini, terdapat 120 anggota Pensosmas se-DIY, dengan 40 orang di antaranya berada di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Sosial DIY juga memaparkan keberhasilan beberapa program sosial DIY yang kini menjadi rujukan nasional, seperti Sekolah Rakyat. Program ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dengan permasalahan kompleks, termasuk korban kekerasan seksual. Pemerintah DIY bahkan telah memfasilitasi lahan seluas 7,4 hektar untuk pembangunan fasilitas ini pada Juni mendatang.
“Selain itu, DIY juga telah mengintegrasikan data kemiskinan melalui sistem Manunggal Raharja, Sistem ini menyatukan data dari kabupaten/kota se-DIY (Desil 1 hingga 10) untuk memastikan program jaminan pengamanan sosial tepat sasaran, meskipun terdapat tantangan perbedaan data dengan pusat.” ungkap Endang.
Ketua Panitia, Sugiati, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, atas dukungan moral maupun material terhadap eksistensi Pensosmas. Gunungkidul tercatat sebagai daerah pertama yang memberikan perhatian khusus melalui alokasi anggaran APBD bagi Pensosmas.
“Jangan dilihat besar kecilnya, tapi bagaimana semangat perhatian itu yang membuat kita semangat bekerja dengan hati,” ujarnya.
Dalam suasana bulan Syawal tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan para relawan sosial yang menjadi garda terdepan di masyarakat.
“Peran Pensosmas sangat strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan negara, terutama dalam mendampingi warga miskin dan memastikan pelayanan sosial menjangkau tingkat paling dasar.” kata Bupati Endah.
Rekam Jejak Perjuangan Anggaran
Bupati menceritakan sejarah panjang perjuangannya dalam mengawal nasib Pensosmas sejak menjabat sebagai Ketua DPRD. Saat itu, status Pensosmas sempat mengalami ketidakpastian ketika tanggung jawabnya dialihkan dari kementerian ke pemerintah daerah.
Demi memastikan para relawan tetap menerima “tali asih”, Bupati kala itu mengambil langkah berani dengan mengalihkan seluruh anggaran kunjungan kerjanya (kungker) selama satu tahun, yang mencapai Rp1,3 miliar, untuk dialokasikan sebagai honorarium Pensosmas.
“Saya berkomitmen untuk memperjuangkan nasib beliau-beliau agar apa yang dilakukan ini memang diperhatikan oleh pemerintah daerah,” tegas Bupati.
Rencana Strategis Tahun 2026
Memasuki peran baru sebagai kepala eksekutif, Bupati telah berkoordinasi dengan Sekda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan perencanaan anggaran yang lebih baik bagi Pensosmas. Ia menjanjikan bahwa pada tahun 2026 akan dilakukan evaluasi menyeluruh agar para relawan sosial ini mendapatkan apresiasi yang layak atas kerja keras mereka di lapangan, terutama dalam menangani kemiskinan ekstrem.
Bupati berharap di tahun 2026, Pensosmas memiliki semangat baru dalam menjalankan empat peran utamanya, yakni Komunikasi: Menyampaikan program pemerintah terkait pelayanan sosial dasar, Informasi: Menjadi penghubung aspirasi dan kebutuhan masyarakat, Motivasi: Memberikan dorongan positif bagi masyarakat, dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam kesejahteraan sosial.
Prestasi Pensosmas DIY
Sejak dibentuk pada 2017 hingga 2026, Pensosmas DIY telah mengukir berbagai prestasi, Menjadi percontohan bagi 38 provinsi dalam keberhasilan pelayanan komunikasi dan edukasi masyarakat.
Kemudian Menjadi relawan terbaik dalam pelayanan penanggulangan COVID-19, dan meraih berbagai kejuaraan dalam Olimpiade Kepahlawanan dan Jambore PSKS tingkat daerah.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus melayani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dengan tulus ikhlas, sesuai tema kegiatan “Nyawiji Ing Roso,Lestari Ing Karyo” yang menekankan semangat bekerja dengan hati.



