“Kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu mengingat presiden masih di luar negeri,” ujar Dasco kepada wartawan pada Senin (23/2/2026).
Upaya ini bertujuan agar keputusan besar yang melibatkan anggaran triliunan rupiah tersebut tetap sejalan dengan semangat penguatan industri nasional.
Respon PT Agrinas Terhadap Kritik Impor
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mematuhi arahan DPR RI maupun pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa perusahaan akan tetap setia dan loyal terhadap instruksi negara demi kepentingan rakyat serta kelancaran program Koperasi Desa (Kopdes).
”Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut,” kata Joao saat dihubungi pada Senin.
Sikap kooperatif ini diambil guna meredam polemik yang berkembang terkait rencana pengadaan kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tersebut.
Rincian Kontrak dan Tekanan Industri Otomotif
Rencana impor ini awalnya mencakup pengadaan 105.000 unit kendaraan dari produsen asal India, yakni Mahindra dan Tata Motors, dengan nilai kontrak mencapai Rp24,66 triliun. Secara spesifik, pengadaan tersebut terdiri dari 35.000 unit Mahindra Scorpio serta puluhan ribu unit pikap Yodha dan truk Ultra T.7.
Namun, rencana ini mendapat kritik dari dari beberapa pihak karena dianggap mengancam keberlangsungan industri otomotif nasional.





