KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo meninjau salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa (10/03/2026). Pemantauan dilakukan oleh Komisi IV bersama Komisi II.
Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Edi Priyono mengatakan peninjauan dilakukan ke SPPG Pandowan di Kapanewon Galur serta salah satu sekolah yang jadi penerimanya.
“Kami menilai ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian oleh SPPG,” kata Edi ditemui usai Rapat Paripurna di DPRD Kulon Progo.
Harga dan gizi belum sesuai
Salah satunya terkait harga dan kandungan gizi yang dicantumkan pada setiap paket MBG. Kebijakan itu sesuai dengan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu.
Edi menilai bahwa harga per item makanan yang dicantumkan oleh SPPG masih di atas harga pasaran. Pihaknya pun melihat bahwa kandungan gizi yang dicantumkan belum sesuai dengan data sesungguhnya.
“Kami juga menemukan lele goreng yang diberikan hanya seukuran jari, harusnya lele yang besar,” ungkapnya.
Edi juga menyoroti durasi memasak di SPPG, terutama selama Ramadan ini. Termasuk skema distribusinya ke para pelajar sebagai penerima, demi memastikan bahwa makanan yang disalurkan tetap aman dikonsumsi.
Makanan MBG harus bergizi
Ia berharap agar SPPG di Kulon Progo selalu memperbaiki kualitas makanan yang diberikan agar sesuai standar. Apalagi program MBG bertujuan untuk memperbaiki gizi anak.
“Prinsipnya niat baik pemerintah lewat MBG ini jangan disalahgunakan, jangan sampai makanan yang diberikan SPPG justru tidak lebih baik dari yang diberikan orang tua pelajar,” jelas Edi.
Adapun menu MBG di Kulon Progo selama Ramadan ini memicu pembicaraan di orang tua pelajar. Seperti di Kapanewon Sentolo belum lama ini, yang mana cangkang telur rebus yang diberikan kondisinya kurang layak.
Perhatikan kualitas menu
Koordinator Wilayah (Koorwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kulon Progo, Aini Ambarwati turut menyayangkan adanya temuan itu. Ia mengatakan SPPG terkait mendapat teguran dari pihaknya agar bisa melakukan perbaikan.
“Kami meminta SPPG agar lebih memperhatikan kualitas menu yang diberikan serta mengevaluasi pelaksanaan secara menyeluruh,” kata Aini beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan bahwa orang tua pelajar sebagai penerima MBG juga bisa memberikan kritik dan saran ke SPPG terkait.
Kritik dan saran disampaikan lewat grup percakapan WhatsApp yang langsung terhubung dengan pengelola SPPG dan penanggungjawab MBG di sekolah terkait.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPRD-Kulon-Progo-Minta-SPPG-Tak-Salahgunakan-Tujuan-Program-MBG.jpg)



