Home / Ekonomi dan Bisnis / EMAS Garap Kontrak Tambang Rp 9,84 T, KIJA Catat Penjualan Lahan Naik Dua Digit di 2025

EMAS Garap Kontrak Tambang Rp 9,84 T, KIJA Catat Penjualan Lahan Naik Dua Digit di 2025

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (10/2) dengan kenaikan 1,24% ke posisi 8.131,74.
Penguatan indeks ditopang sejumlah saham besar, di antaranya Astra International (ASII) yang naik 3,01%, Bank Mandiri (BMRI) menguat 2,00%, serta Capital Financial Indonesia (CASA) yang melonjak 9,39%. Di sisi sebaliknya, tekanan datang dari Bayan Resources (BYAN) yang turun 1,22%, Bank Central Asia (BBCA) melemah 0,33%, dan Merdeka Gold Resources (EMAS) terkoreksi 2,67%.

Meski indeks menguat, pergerakan dana asing masih mencatatkan arus keluar dengan nilai jual bersih Rp917,26 miliar di pasar reguler dan Rp707,77 miliar di seluruh pasar.

Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor saham ditutup di zona hijau, dengan sektor consumer cyclical mencatatkan kenaikan paling tinggi sebesar 2,95%.

Pelaku pasar juga mencermati agenda dialog antara KSEI, OJK, BEI, dan MSCI yang membahas langkah peningkatan free float serta perluasan basis investor. Sejalan dengan sentimen tersebut, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia sama-sama mencatat kenaikan masing-masing 0,85% dan 0,92%.

Berita Emiten
Merdeka Gold Resources (EMAS)
EMAS menandatangani perjanjian kerja sama pengolahan dan pemurnian hasil tambang senilai Rp9,84 triliun melalui entitas Pani Bersama Tambang dan Puncak Emas Tani Sejahtera.

Kesepakatan yang diteken pada 6 Februari itu ditujukan untuk menunjang operasional Tambang Emas Pani. Perjanjian berlaku selama dua tahun dan akan diperpanjang otomatis. Nilai kerja sama tersebut setara 155% dari total ekuitas perseroan per 30 September 2025 yang tercatat sebesar US$386,22 juta, sehingga masuk dalam kategori transaksi material dan afiliasi.

Jababeka (KIJA)
KIJA membukukan peningkatan marketing sales sebesar 13% secara tahunan menjadi Rp3,60 triliun sepanjang 2025, dari Rp3,19 triliun pada tahun sebelumnya.

Penopang utama datang dari Kawasan Industri Kendal dengan nilai penjualan Rp2,51 triliun atau tumbuh 17% YoY, mencakup area 142 hektare. Penjualan di Kendal mayoritas berasal dari investor asing, terutama dari China, Hong Kong, dan Taiwan, dengan porsi mencapai 89%.

Adapun Kawasan Industri Cikarang mencatatkan penjualan Rp1,10 triliun atau naik 5% YoY dari lahan seluas 21,2 hektare, dengan komposisi pembeli relatif seimbang antara investor asing 52% dan domestik 48%. Ke depan, KIJA menargetkan marketing sales Rp3,75 triliun pada 2026, dengan fokus permintaan industri di Kendal sebesar Rp2,50 triliun dan Cikarang Rp1,25 triliun.

Rekomendasi Saham Hari Ini
BIPI – Buy 148-150 | TP 156-160 | SL 140

BIPI
Transaksi di sini
Powered by

TINS – Buy 3310-3340 | TP 3440-3570 | SL 3130

TINS
Transaksi di sini
Powered by

SCMA – Buy 280-284 | TP 294-308 | SL 264

SCMA
Transaksi di sini
Powered by

MEDC – Buy 1530-1550 | TP 1570-1585 | SL 1445

MEDC
Transaksi di sini
Powered by

ADMR – Buy 1870-1880 | TP 1940-1970 | SL 1775

ADMR
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *