JAKARTA, REDAKSI17.COM – Mantan Anggota DPR RI yang kini menjabat sebagai Bupati Natuna, Cen Sui Lan, baru saja mencatatkan rekor kenaikan harta kekayaan yang bikin melongo.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, hartanya melesat bak roket SpaceX.
Untuk mempermudah visualisasi betapa ajaibnya lonjakan ini, mari kita lihat perbandingan dompet sang Bupati dalam kurun waktu yang sangat singkat.
– Total Kekayaan: Rp 1,11 Miliar (LHKPN 2023) menjadi Rp 293 Miliar (LHKPN 2024)
– Aset Tanah/Bangunan: 2 bidang tanah di Batam (2023) menjadi 13 bidang tanah/bangunan di Batam (2024)
– Aset Termahal: Tanah 8.000 m² (Rp 750 Juta) menjadi Tanah & Bangunan 8.000 m² (Rp 76 Miliar)
– Uang Kas Tunai: Rp 162 Juta menjadi Rp 10 Miliar
Lalu dari mana datangnya angka Rp 293 miliar tersebut?
Rupanya, sang Bupati tidak menaruh hartanya di bawah kasur, melainkan diubah menjadi wujud tanah dan bangunan.
– Seluruh kekayaan fantastisnya itu berakar dari kategori aset tak bergerak yang tersebar secara eksklusif di Kota Batam.
Tercatat ada 13 aset tanah dan bangunan yang mengisi LHKPN-nya.
Nilainya pun sangat bervariasi, dari yang paling “murah” di angka Rp 900 juta, hingga aset pamungkas berupa tanah dan bangunan seluas 8.000 m² yang nilainya menyentuh Rp 76 miliar per bidang.
– Tak hanya aset mati, uang kas tunainya pun ikut bengkak, dari yang tahun lalu “hanya” Rp 162 juta, kini melesat menjadi Rp 10 miliar.
Sebuah nominal uang kas yang bisa dipakai buat beli cilok satu kecamatan.
Bagi yang penasaran bagaimana publik bisa tahu sedetail ini, berterimakasihlah kepada instrumen transparansi negara.
– Pelaporan ini merupakan instrumen resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang wajib diisi setiap tahun oleh para pejabat negara.
Untuk periode 2024, masa pengisian online dibuka dari 1 Januari hingga 31 Maret 2025.
Melalui situs resmi elhkpn(dot)kpk(dot)go(dot)id, masyarakat luas diberikan “tiket VIP” untuk mengakses langsung dan memelototi rincian harta para pejabat di seluruh Indonesia, termasuk para kepala daerah di Kepulauan Riau (Kepri).
Lonjakan harta dari Rp 1 miliaran menjadi hampir Rp 300 miliar dalam setahun ini jelas memancing jiwa penasaran publik.
Entah sang Bupati menemukan harta karun One Piece di Batam atau investasi tanahnya mendadak mengandung minyak bumi, yang pasti datanya sudah terpampang nyata di situs KPK dan siap menjadi bahan ghibah nasional.





