Jakarta,REDAKSI17.COM – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman mendorong Pemerintah agar mengambil langkah Antisipasi terhadap Eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya pada sektor energi, logistik internasional, serta rantai pasok bahan baku industri dalam negeri.
Dimana konflik di kawasan Timur Tengah tersebut dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan pada jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini tak main-main jika eskalasinya terus meningkat.
“Selat Hormuz, merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional”, tegasnya
“Kenaikan harga energi global akan berdampak langsung pada industri manufaktur karena sebagian besar sektor industri menggunakan energi sebagai komponen biaya produksi utama. Industri seperti petrokimia, logam dasar, semen, pupuk, serta berbagai subsektor industri pengolahan lainnya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi”, ungkap Gandung, Anggota DPR RI dapil Yogyakarta ini.
“Kita harus pikirkan langkah strategis bersama dengan Pemerintah dalam menyikapi hal ini. Mengingat Perkembangan situasi geopolitik global, tentunya Kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional,” tutup Gandung Pardiman.



