Home / Daerah / Gayung Bersambut, DIY–Australia Kembangkan Industri Kulit

Gayung Bersambut, DIY–Australia Kembangkan Industri Kulit

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pertemuan hangat berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, saat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Australia, Dr. Siswo Pramono, Senin (30/3). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama pengembangan industri kulit antara Australia dan DIY, dua wilayah yang saling melengkapi dari hulu hingga hilir.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak membahas peluang besar sinergi antara ketersediaan bahan baku kulit berkualitas dari Australia dengan kekuatan tradisi, keterampilan, dan industri pengolahan kulit yang telah mengakar di DIY. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas pasar.

Sri Sultan didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala DPMPTSP DIY Ghofar Ismail, Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati, Kepala Bapperida DIY Danang Setiadi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, serta Paniradya Pati Kaistimewaan DIY Kurniawan. Turut hadir pula delegasi pelaku usaha dan pemasok kulit dari Australia serta perwakilan Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI), yang semakin memperkuat kolaborasi dalam pertemuan tersebut.

Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menegaskan kerja sama ini berangkat dari kebutuhan yang saling mengisi. Australia memiliki pasokan bahan baku kulit yang melimpah dan berkualitas, sementara Indonesia, khususnya DIY, memiliki keunggulan dalam pengolahan dan kreativitas produk kulit. “Hubungan perdagangan sapi antara Australia dan Indonesia sudah sangat maju. Ini menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh ke industri hilirnya,” ujarnya.

Dubes Siswo juga menyampaikan gagasan kerja sama ini telah mendapat respons positif dari Pemerintah Australia. Bahkan sebelumnya, ia telah berkomunikasi dengan Menteri Perindustrian dan Inovasi Australia terkait potensi kolaborasi dengan DIY yang dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit tradisional di Indonesia. “Gayung bersambut, Pak Gubernur sangat mendukung. Ini peluang besar yang harus kita wujudkan bersama,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar kerja sama ekonomi, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan industri di wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penguatan rantai pasok dari bahan baku hingga produk jadi diyakini akan menciptakan ekosistem industri kulit yang berdaya saing tinggi, baik di pasar domestik maupun global.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menambahkan, sebelum bertemu Gubernur, delegasi Australia telah mengunjungi sentra industri kulit lokal, termasuk Ndalem Kulit Jogja. Dari kunjungan tersebut, muncul berbagai peluang kerja sama teknis, termasuk pemanfaatan bahan baku kulit jenis wet blue dari Australia untuk berbagai produk khas DIY, seperti kerajinan hingga wayang kulit.

“Setiap bagian kulit memiliki potensi pemanfaatan berbeda, mulai dari bagian luar hingga dalam. Ini bisa dikembangkan menjadi beragam produk bernilai tinggi yang khas Jogja. Dukungan penuh dari Pak Gubernur menjadi energi besar untuk merealisasikan kerja sama ini,” jelas Yuna
.
Dengan semangat saling melengkapi, kerja sama DIY dan Australia di sektor industri kulit ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari bahan baku terbaik hingga sentuhan tangan terampil perajin lokal, kolaborasi ini menjadi cermin sinergi lintas negara mampu melahirkan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *