Home / Ekonomi dan Bisnis / Gejolak Timur Tengah Kian Panas, IHSG Ikut Terseret Lemahnya Bursa Asia

Gejolak Timur Tengah Kian Panas, IHSG Ikut Terseret Lemahnya Bursa Asia

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pasar saham di kawasan Asia kompak berguguran pada perdagangan Senin (30/3). Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya tensi perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memasuki minggu kelima.
Pada bursa domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tercatat jatuh ke level terendah pada 6.945,50. Kemudian saat ini, IHSG memangkas koreksinya meski masih melemah 0,58% di level 7.055,89.

Kemudian berdasarkan laporan CNBC, bursa saham Korea Selatan (Kospi) anjlok lebih dari 5% di awal perdagangan hari ini. Sementara indeks Kosdaq terkoreksi 3,97%.

Selanjutnya indeks Nikkei 225 Jepang juga tercatat melemah pada sesi awal perdagangan sebesar 3,97%. Kemudian indeks Topix melemah 3,9% pada saat yang sama.

Indeks milik Australia, S&P/ASX 200, juga tercatat turun 1,46% pada awal perdagangan. Nasib serupa juga dialami indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,52% dan CSI 300 turun 0,77%.

Biang Kerok Bursa Asia Anjlok
Melemahnya indeks saham Asia terjadi menyusul keterlibatan Houthi Yaman dalam serangan ke Israel pada Sabtu (28/3) kemarin. Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengaku telah meluncurkan rentetan rudal balistik ke sejumlah situs militer Israel.

Serangan ini menjadi bentuk dukungan Yaman terhadap Iran dan pasukan Hizbullah di Lebanon. Serangan itu juga menandai peningkatan eskalasi lanjutan konflik di Timur Tengah yang berlangsung sejak 28 Februari.

Harga Minyak Naik
Menyusul serangan tersebut, harga minyak melonjak pada jam perdagangan awal Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,58% menjadi US$ 102,19 per barel.

Kondisi ini mendorong sejumlah negara mengubah kebijakan moneternya. Bank Sentral Jepang (BOJ) misalnya, akan membahas kenaikan suku bunga lebih pada pertemuan Maret imbas kenaikan harga minyak yang menambah tekanan inflasi. Salah satu anggota BOJ memberi sinyal perlunya pengetatan moneter.

Sementara di Australia, pemerintahnya berencana memangkas separuh pajak BBM selama tiga bulan untuk meringankan kenaikan biaya imbas konflik di Timur Tengah. Pengurangan pajak ini diperkirakan menurunkan harga bensin di SPBU sebesar 26,3 sen Australia per liter (18 sen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *