UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – BAZNAS Kota Yogyakarta mendapatkan perhatian langsung dari BAZNAS RI terkait pengelolaan program Gerai Z-Ifthar Ramadan 1447 H/2026 yang digelar di Masjid Pangeran Diponegoro Komplek Balaikota Yogyakarta, Rabu (4/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, bersama Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsjad Hidayat, Kepala Divisi Bank Zakat Micro BAZNAS RI, Noor Aziz serta Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari.
Rombongan melihat secara langsung pengelolaan dan dampak program Z-Ifthar yang menjadi bagian dari rangkaian syiar dan dakwah Ramadan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada takmir Masjid Pangeran Diponegoro, BAZNAS Kota Yogyakarta, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan program Gerai Z-Ifthar Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Yogyakarta, Hilmi Arifin, bersama Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Arsjad Hidayat, Kepala Divisi Bank Zakat Micro BAZNAS RI, Noor Aziz serta Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari saat melakukan foto bersama.

Ia menegaskan, program ini bukan sekadar menghadirkan bazar atau kegiatan berbuka bersama, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pemerintahan yang baik harus ditopang oleh nilai ketakwaan dan integritas spiritual. Ramadan adalah bulan pendidikan rohani. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi hidangan berbuka, tetapi juga berbagi ilmu, keberkahan, dan memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Hilmi Arifin menambahkan, Gerai Z-Ifthar turut diisi dengan tadarus, penampilan nasyid oleh kader hafiz BAZNAS Kota Yogyakarta, kajian bersama narasumber, hingga doa dan salat Magrib berjamaah. Menurutnya, program ini mencerminkan bagaimana masjid dapat memakmurkan masyarakat dan masyarakat pun memakmurkan masjid.
“Konsep Gerai Zakat Iftar ini mencerminkan semangat zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan transparan, ia menjadi kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan spiritual masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,  Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Arsjad Hidayat turut mengapresiasi konsep pemberdayaan ekonomi melalui masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat. Melalui dukungan BAZNAS dan Kementerian Agama, masjid didorong menjadi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM agar bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki.

Kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Tadarus Mikro.

“Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi umat. Momentum Ramadan sangat tepat untuk menggerakkan ekonomi berbasis jamaah,” ungkapnya.
Selanjutnya, Kepala Divisi Bank Zakat Micro BAZNAS RI, Noor Aziz mengatakan, penggunaan istilah “Ifthar” dalam program ini memiliki makna edukatif. Ia memberikan pemahaman masyarakat bahwa takjil berarti menyegerakan, sedangkan iftar berarti berbuka puasa.
Menurutnya, Gerai Z-Ifthar menjadi bagian dari program masjid berdaya dan berdampak yang mendorong semangat berjamaah tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam aktivitas ekonomi. Konsep berjamaah dalam usaha diyakini mampu memperkuat solidaritas dan meringankan beban antar pelaku UMKM.
“Harapannya, dengan program ini menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah, solidaritas sosial, serta penguatan pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Gerai Z-Ifthar pun menjadi simbol sinergi antara zakat, dakwah, dan pembangunan Kota Yogyakarta yang adil, makmur, dan berkeadaban,” imbuhnya.