
Jakarta,REDAKSI17.COM– Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letnan Jenderal Sidharta Wisnu Graha mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara resmi memberangkatkan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026 menuju Provinsi Aceh.
Upacara pelepasan digelar di Dermaga Samudera II Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/1). Para personel diberangkatkan menggunakan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 dan KRI Banda Aceh-593.
Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 diikuti 1.980 personel, terdiri dari 510 Taruna Akademi Militer, 238 Taruna Akademi Angkatan Laut, 154 Taruna Akademi Angkatan Udara, 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, 292 Kadet Universitas Pertahanan RI, serta 458 personel pendamping, untuk melengkapi Taruna yang telah lebih dulu diberangkatkan sejak 8 Januari 2026.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Sidharta Wisnu, disampaikan bahwa Latsitarda Nusantara XLVI/2026 merupakan kegiatan integratif Taruna Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian, Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan RI sebagai tahapan akhir pendidikan sebelum dilantik menjadi Perwira TNI dan Polri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada akhir Juli 2026.
“Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak pascabencana banjir, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan wilayah,” kata Sidharta, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.
Kegiatan Bhakti Taruna mencakup sasaran fisik berupa pembersihan fasilitas umum serta sasaran nonfisik, yang meliputi trauma healing, dapur umum ceria, pelayanan kesehatan, penyuluhan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama satu bulan, terhitung mulai 17 Januari hingga 16 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.


