Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Yogyakarta yang digelar pada Rabu (8/4/2026) di Pendopo Taspen.
Momentum bulan Syawal ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus refleksi peran para purnawirawan aparatur sipil negara dalam kehidupan bermasyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, menyatakan PWRI memiliki posisi strategis menjaga harmoni Kota Yogyakarta. Menurutnya, para anggota PWRI bukan hanya saksi perjalanan pembangunan, tapi juga penjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri kota.
“Dengan pengalaman panjang, keluasan wawasan, serta keteladanan yang dimiliki, Bapak dan Ibu sekalian menjadi penjaga nilai tepa selira, gotong royong, dan semangat guyub rukun yang selama ini menjadi kekuatan utama Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan organisasi PWRI di tengah dinamika regenerasi aparatur sipil negara. Setiap tahunnya, lebih dari 200 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta memasuki masa purna tugas pada usia rata-rata 58 hingga 60 tahun. Hal ini menjadikan PWRI sebagai wadah yang tetap relevan dan dibutuhkan.
“PWRI memiliki tugas penting dalam konsolidasi organisasi, perlindungan hak, serta peningkatan kesejahteraan anggota. Ini penting agar para anggota tetap mantap dan percaya diri untuk terus berkiprah dalam pembangunan,” terangnya.
Yunianto juga menyampaikan masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan fase baru dalam kehidupan sosial. Ia menilai masa pensiun justru menjadi momentum pemulihan keseimbangan psikologis sekaligus penguatan peran dalam keluarga dan masyarakat.

“Saya meyakini bahwa masa purna tugas adalah babak baru untuk terus berkontribusi. Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki menjadi kekuatan berharga bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWRI Kota Yogyakarta, Condro Purnomo, menekankan bahwa organisasi PWRI memiliki visi untuk membina anggotanya agar mandiri secara ekonomi dan sosial.
“PWRI harus mampu meningkatkan kualitas hidup anggota, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, serta mendayagunakan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki untuk kemaslahatan orang banyak,” tuturnya.


