Jakarta,REDAKSI17.COM – Harga minyak dunia cenderung stabil pada perdagangan Rabu setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyatakan pemerintah akan memberikan dukungan bagi kapal tanker minyak yang melintasi Teluk Persia di tengah perang dengan Iran.
Bessent juga menyebut pemerintah AS akan mengumumkan sejumlah kebijakan tambahan dalam beberapa hari ke depan untuk menjaga kelancaran perdagangan minyak di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC, Kamis (5/3/2026), harga minyak mentah AS tercatat naik tipis 10 sen atau sekitar 0,13% menjadi USD 74,66 per barel. Sementara itu, minyak Brent sebagai acuan global turun 3 sen menjadi USD 81,37 per barel.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang besar serangan udara terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Iran merupakan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke berbagai target di Timur Tengah, termasuk fasilitas infrastruktur energi.
Lonjakan ketegangan geopolitik tersebut sempat mendorong harga minyak mentah AS WTI mendekati USD 78 per barel pada level tertinggi pekan ini.
Bahkan, minyak mentah AS tercatat melonjak 6% pada Senin dan 5% pada Selasa seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
AS Siapkan Asuransi dan Pengawalan Kapal Minyak
Pasar minyak mulai tenang setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan pemerintah akan memberikan perlindungan bagi kapal tanker minyak.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan menyediakan asuransi bagi kapal tanker melalui International Development Finance Corporation (DFC). Selain itu, pemerintah juga siap memberikan pengawalan militer laut bagi kapal tanker yang melintas di Teluk Persia jika diperlukan.
Harga minyak kemudian bergerak melemah setelah Bessent menegaskan Gedung Putih akan segera mengumumkan berbagai langkah tambahan untuk mendukung perdagangan minyak di kawasan Teluk.
“Kami akan membuat serangkaian pengumuman dalam waktu dekat. Kemarin kami sudah memulai dengan pengumuman bahwa DFC akan menyediakan asuransi bagi kapal pengangkut minyak mentah maupun kapal kargo yang beroperasi di sekitar Teluk,” kata Bessent dalam wawancara dengan CNBC dalam program Squawk Box.
Jalur Paling Krusial
Di sisi lain, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz dilaporkan sempat terhenti karena para pemilik kapal khawatir armadanya menjadi target serangan balasan Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling krusial bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar 20% konsumsi minyak global dikirim melalui jalur sempit tersebut setiap harinya.
Ketegangan di kawasan itu pun membuat pasar energi global terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.





