Home / Aneka WarNA / Hari Baik Potong Rambut Menurut Islam

Hari Baik Potong Rambut Menurut Islam

Ungkapan ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’ menjadi bagian yang tidak terlepas dalam keseharian bagi kaum muslim. Bahkan di dalam Islam sendiri telah diatur soal menjaga kebersihan maupun thaharah atau bersuci yang termasuk dalam hal sunnah.
Kebersihan sendiri telah ditekankan dalam ayat suci Al-Quran, yang mana Allah SWT memerintahkan setiap hamba-Nya untuk mempersiapkan diri sebelum beribadah. Termasuk menjaga kesucian maupun kebersihan diri sendiri.

Menukil dari buku ‘Ensiklopediana Ilmu Dalam Al-Quran: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah’ tulisan Afzalur Rahman, di dalam Surat Al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝٦

Yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru’ûsikum wa arjulakum ilal-ka’baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au ‘alâ safarin au jâ’a aḫadum mingkum minal-ghâ’ithi au lâmastumun-nisâ’a fa lam tajidû mâ’an fa tayammamû sha’îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj’ala ‘alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni’matahû ‘alaikum la’allakum tasykurûn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Selain persoalan bersuci sebelum mengerjakan ibadah tertentu, kaum muslim juga dapat menerapkan kebersihan dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan memotong rambut maupun kuku dalam kurun waktu tertentu. Lantas, kapan hari yang baik memotong rambut menurut Islam? Berikut ulasan informasinya.

Poin Utamanya:

Memotong rambut dan kuku termasuk sunnah fitrah dalam Islam. Islam menganjurkan menjaga kebersihan diri seperti memotong kuku, mencukur kumis, bulu ketiak, dan bulu kemaluan, yang disunnahkan dilakukan tidak lebih dari 40 hari berdasarkan hadits shahih.
Tidak ada hari khusus yang pasti paling baik untuk memotong rambut atau kuku. Anjuran memotong kuku di hari Jumat masih diperselisihkan ulama karena dalilnya tidak sepenuhnya shahih, namun sebagian membolehkannya karena Jumat adalah hari raya mingguan dan Nabi SAW diriwayatkan melakukannya sebelum sholat Jumat.
Ada waktu tertentu yang dianjurkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. Larangan berlaku pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah bagi orang yang hendak berkurban apabila berdasarkan hadits, sementara di luar waktu tersebut memotong rambut tetap diperbolehkan.

Kapan Hari Potong Rambut yang Baik Menurut Islam?
Mengenai memotong rambut dalam Islam ternyata masuk dalam fitrah atau bawaan setiap manusia. Menurut buku karya Wafi Marzuqi Ammar, Lc, MPdI, MA, PhD bertajuk ‘Fikih Ibadah dari Kitab Al-Lu’lu wa Al-Marjan Jilid 1’, sebagian besar ulama berpendapat ada lima hal yang menjadi kesunnahan bagi setiap muslim.

Lima sunnah yang dimaksud adalah khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencukur kumis, dan mencabut bulu ketiak. Khusus mencukur kumis dan khitan dikhususkan bagi muslim laki-laki, sedangkan yang lainnya turut disunnahkan bagi kaum perempuan.

Hal tersebut ditekankan pada sebuah riwayat hadits. Mengacu dari buku ‘Panduan Praktis Muslim’ karya Fahd Salem Bahammam, lima sunnah tadi disampaikan dalam sebuah riwayat hadits yang menyatakan sabda Rasulullah SAW:

“Fitrah (sifat naluri) itu ada lima: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Al-Bukhari No. 5552 dan Muslim No. 257)

Sementara itu, dalam sebuah riwayat hadits lain ditekankan memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan adalah tiga dari lima sunnah yang perlu dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Adapun kurun waktunya adalah sekitar 40 hari. Sebagaimana diriwayatkan:

(( وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ
أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ))

Artinya: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi waktu kepada kami dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur rambut kemaluan, agar kami tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.” (HR. Muslim No. 622)

Hal senada juga disampaikan dalam buku ‘Jilbab Bukan Jilboob’ tulisan Li Partic, yang menyertakan riwayat hadits seputar anjuran memotong kuku, bulu kemaluan, bulu ketiak, maupun kumis tidak lebih dari 40 hari. Anas bin Malik berkata:

“Kami diberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, supaya kami tidak membiarkannya tumbuh lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Artinya, disunnahkan bagi kaum muslim untuk memotong rambut di bagian ketiak, kemaluan, kumis, maupun menggunting kuku dilakukan dengan tidak lebih dari 40 malam. Wallahu a’lam bishawab.

Anjuran Memotong Kuku di Hari Jumat
Kemudian terdapat anjuran yang menyebut disunnahkan memotong kuku di hari Jumat. Benarkah demikian? Mengenai hal ini ternyata masih cukup diperselisihkan oleh jumhur ulama. Sebab, ada sebagian yang menganjurkan memotong kuku di hari-hari tertentu, tapi terdapat juga yang menganggap belum ada hadits shahih yang mendukung pernyataan tersebut.

Seperti halnya diterangkan dalam buku ‘Berburu Surga Bersama Nabi’ karya Ahmad Salim, SPdI, yang menjelaskan adanya sebuah hadits yang menerangkan tentang keutamaan memotong kuku di hari Jumat. Melalui hadits tersebut dikatakan:

“Barang siapa yang memotong kuku pada hari Jumat, Allah akan menyembuhkannya dari penyakit dan memberikannya keselamatan.” (HR. Ibnu Mas’ud)

Kendati begitu, Syekh Muhammad bin Ismail Al-Muqaddam juga memberikan pandangannya tentang hari-hari tertentu yang dianjurkan untuk memotong kuku, belum ada dalil shahih yang dapat mendukung pernyataan tersebut. Terlebih lagi, belum ada hadits shahih yang memberikan batasan waktu dalam memotong kuku di hari-hari tertentu.

Namun, sebagian ulama menganjurkan memotong kuku di hari Jumat karena waktu tersebut adalah hari raya mingguan bagi kaum muslim. Mengingat juga hari Jumat adalah waktu bagi muslim laki-laki mengerjakan sholat Jumat.

Kemudian di dalam buku ‘Berkata Baik atau Diam: 294 Adab Kebiasaan Rasulullah SAW’ karya Ninik Handrini, dijelaskan adanya sebuah hadits yang menyampaikan tentang kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebelum pergi untuk sholat Jumat, yaitu memotong kukunya. Tak hanya itu saja, beliau juga turut memotong kumisnya. Diriwayatkan:

كَانَ يقلم أَظَافَرَهُ وَيَقص شاربه يَوْمِ الْجُمْعَة قَبْلَ أَنْ يَخْرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Nabi SAW terbiasa memotong kuku dan kumis beliau pada hari Jumat, sebelum berangkat sholat Jumat.” (HR. Baihaqi)

Hal senada juga dikuatkan dalam riwayat hadits lainnya. Menukil dari ‘Buku Pintar & Praktis Haji & Umrah: Lengkap Sesuai Sunnah’ tulisan Ratih Puspitawati, larangan memotong rambut dan kuku sebelum berkurban disampaikan dalam sebuah sabda Rasulullah SAW bahwa:

“Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan seorang di antara kalian hendak berkurban, maka hendaknya dia tidak mencukur rambutnya dan tidak memotong kukunya.” (HR. Muslim)

Waktu Dilarang Memotong Rambut dalam Islam
Lantas, adakah waktu yang dilarang memotong rambut dalam ajaran Islam? Meskipun disunnahkan untuk memotongnya tidak lebih dari 40 malam, ternyata ada waktu-waktu tertentu yang mana dianjurkan bagi kaum muslim agar menghindarinya.

Waktu yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama bagi kaum muslim yang hendak berkurban. Anggapan tersebut didukung oleh sebuah riwayat hadits dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha, sebagaimana dikutip dari buku ‘Kamus Praktis Muslim dari A Sampai Z’ karya Abdullah bin Ahmad Al-‘Allaf Al-Ghamidi, yang menyampaikan sabda Rasulullah SAW:

إِذَا دَخَلَتِ العَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama (Dzulhijjah), dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, hendaklah ia tidak mencukur rambut dan tidak memotong kukunya.” (Diriwayatkan Ahmad dan Muslim)

Demikian tadi hari baik memotong rambut menurut Islam beserta anjuran potong kuku di hari Jumat dan waktu larangannya perlu dihindari. Semoga membantu.

FAQ tentang Hari Baik Memotong Rambut dalam Islam
1. Apakah Islam menentukan hari tertentu yang paling baik untuk potong rambut?
Islam tidak menetapkan hari khusus yang wajib untuk memotong rambut. Yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan dan tidak membiarkan rambut, kuku, atau bulu tertentu tumbuh lebih dari 40 hari sesuai sunnah Rasulullah SAW.

2. Benarkah potong rambut atau kuku di hari Jumat lebih dianjurkan?
Sebagian ulama menganjurkan hari Jumat karena dianggap sebagai hari istimewa bagi umat Islam. Namun, anjuran ini bersifat sunnah dan tidak wajib, sebab tidak ada hadits shahih yang secara tegas mewajibkan potong rambut atau kuku di hari tertentu.

3. Kapan waktu yang dianjurkan untuk tidak memotong rambut dalam Islam?
Umat Islam yang berniat berkurban dianjurkan tidak memotong rambut dan kuku pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih, sebagai bentuk ketaatan terhadap sunnah Rasulullah SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *