Home / Daerah / Hari Jadi Ke-271 DIY, Sri Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa

Hari Jadi Ke-271 DIY, Sri Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Pemerintah Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-271 DIY yang dipusatkan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Jumat (13/03). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertindak langsung sebagai inspektur pada upacara yang diikuti oleh segenap ASN di lingkungan Pemda DIY.

Di hadapan peserta upacara, Sri Sultan pun memulai amanat upacara dengan memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. Pun, seraya melangitkan doa bagi seluruh warga DIY, utamanya ASN DIY, agar dijauhkan dari segala rintangan dalam menjalankan tugas dan pengabdian yang merupakan perwujudan amanah luhur yang tersirat dalam pitutur agung “hamemayu hayuning bawana”, yang telah menjadi janji pengabdian para pemangku pemerintahan dan seluruh warga dalam kehidupan bersama ini.

“Sesungguhnya, laku utama yang hendak kita capai itu menuntut kesatuan antara cipta, rasa, dan karsa, zikir yang berpadu dengan pikir. Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Jadi Ke-271 Nagari Ngayogyakarta dengan semangat refleksi diri, Jumangkah Jantraning Laku (melangkah dan bertindak), hendaknya kita tempuh dengan penguatan cipta, rasa, dan karsa,” kata Sri Sultan.

Dalam hal ini, penguatan cipta, rasa, dan karsa berarti cipta yang jernih dan bersih dari pamrih; rasa yang berakar pada kejernihan nurani; serta karsa yang mampu menepis godaan hawa nafsu. Sebab, tidak ada tujuan lain selain memenuhi dharma pengabdian kepada nagari.

Pada saat ini, sebagai wujud nyata tanggung jawab dan kewajiban, Sri Sultan pun mengajak seluruh warga DIY untuk berupaya melaksanakan serta mengamalkan ajaran yang tersurat dalam Piwulang Sri Sultan Hamengku Buwono I. Piwulang tersebut berbunyi, “Kang utåmå tansah ulah ing sih, kadya rebab calempung lan syårå, sahing ngreré åjå kosèk, solah serepé patut, angyå lali anut ing suling, mangkånå ing sasmitå, enggèné andulu, yèn adoh lawan sih tembang, yèn na parek yitna awekasing westhi, dhateng ing panengeran”.

“Maknanya, tuntunan hidup dalam keseharian, hendaknya menjadi tata nilai yang memberi daya. Tidak cukup sekadar memahami makna kata yang diucapkan, tetapi wajib mewujudkannya menjadi tembang kehidupan yang nyata, melalui langkah dan tindakan,” tutur Sri Sultan.

Dikatakan Sri Sultan, hal tersebut juga selaras dengan ajaran Sri Sultan Hamengku Buwono I, yakni Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, yang kini telah menjadi nilai dasar dan karakter Satriya dalam pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu, setiap orang hendaknya memegang teguh tekad yang menyatu, dan tidak mundur dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan menyatukan karya dan perilaku, dari sanalah kelak akan lahir kesejahteraan bagi masyarakat.

“Pada kesempatan ini, saya turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi DIY pada tahun ini, disertai doa dan harapan, semoga senantiasa memperoleh berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Peringatan yang diawali dengan doa dan rasa syukur,  ibarat kidung kemuliaan yang dipersembahkan kepada Tuhan, sebagai ungkapan harap, atas limpahan kasih dan rahmat-Nya,” ungkap Sri Sultan.

Tak lupa, Sri Sultan juga memanjatkan doa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan segala ikhtiar yang telah diupayakan dengan penuh kesungguhan. “Semoga pula kita dianugerahi petunjuk-Nya, agar mampu menapaki jalan yang benar dalam upaya bersama memuliakan bangsa dan menjaga kejayaan budaya, demi terwujudnya keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Sri Sultan.

Turut hadir dalam upacara ini, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan Forkopimda DIY. Hadir pula Bupati/Wali Kota se-DIY atau yang mewakili dan kepala OPD di lingkungan Pemda DIY.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *