Home / Politik / Harlah ke-53, Gaya Baru PPP Kabupaten Bogor Merekrut Kader untuk Persiapan Pemilu 2029

Harlah ke-53, Gaya Baru PPP Kabupaten Bogor Merekrut Kader untuk Persiapan Pemilu 2029

PPP Kabupaten mengadakan syukuran hari lahir Partai PPP ke 53 di Kantor DPC PPP, Kabupaten Bogor. (Foto: Billy/Radar Bogor)


BOGOR,REDAKSI17.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor menggelar acara syukuran hari lahir partai ke 53 tahun.

‎Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin menjelaskan bahwa, kegiatan syukuran ini digelar untuk rasa syukur partai yang sudah memasuki usia ke 53 tahun partai PPP.

‎Terlebih, kata Elly Yasin, PPP Kabupaten Bogor telah melewati berbagai rintangan yang hingga saat ini masih eksis masih jadi pertimbangan dan memiliki nilai jual yang tinggi.‎
‎”Artinya ini kita bentuk rasa syukur kepada Allah. Kita berharap ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor tapi terjadi diseluruh daerah khususnya Jawa Barat juga di pusat intinya seperti itu,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 22 Januari 2026.

‎Pada momen ini, kata dia, PPP Kabupaten Bogor memiliki progres untuk persiapan pemilihan umum yang akan datang.

‎Pemilu kedepan, kata Elly, pemilih akan lebih didominasi oleh kaum generasi gen Z, A dan milenial. Sehingga berfokus untuk merekrut kader muda.

‎”Kita sekarang mulai mengedepankan bagaimana merekrut anak-anak muda usia 17 sampai 25 tahun,” jelas dia.‎
‎”Untuk memberikan pelatihan dan pembinaan yang nantinya mereka akan menjadi estafet para pendahulu untuk merekrut anak muda agar mereka juga mulai berminat di politik pertama. Kedua juga khususnya mereka yang berminat di partai PPP,” jelas dia.

‎Karena, kata Elly mengaku bahwa, saat ini pihaknya kesulitan merekrut anak muda untuk menjadi kader partai PPP.

‎”Itu agak sulit mencari kader-kader partai muda yang sela ini biasanya dari garis keturunan. Kalau yang mereka memang pure baru memasuki politik itu agak susah. Tapi dengan adanya pembentukan madrasah kader partai, Insya Allah mulai sedikit demi sedikit berdatangan,” papar dia.

‎Sehingga, kata dia, dengan progres tersebut akan menjadi suatu upaya perubahan yang artinya mengadakan suara dari generasi muda ditambah pemilih tradisional yang telah ada sejak lama.

‎”Tapi kita tidak bisa bertahan untuk itu Karena kedepannya pemilih tradisional atau pemilih yang usianya sudah di atas 40 tahun itu akan berkurang. Jadi kita mulai ke depan, mulai melatih,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *