Home / Daerah / HUT ke-8 BPC PHRI Kulon Progo: Bupati Ajak Pelaku Usaha Inovatif Hadapi Penurunan Daya Beli

HUT ke-8 BPC PHRI Kulon Progo: Bupati Ajak Pelaku Usaha Inovatif Hadapi Penurunan Daya Beli

HUT ke-8 BPC PHRI Kulon Progo: Bupati Ajak Pelaku Usaha Inovatif Hadapi Penurunan Daya Beli

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kulon Progo merayakan hari jadinya yang ke-8 pada Kamis (8/1). Acara yang berlangsung di Hotel Dewata, Palihan, Kulon Progo tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M, beserta jajaran perangkat daerah dan para pelaku industri jasa pariwisata.

 

Ketua BPC PHRI Kulon Progo, Raden Sumantoyo, di usia PHRI yang ke 8 tahun ini menekankan perlunya kerja keras semua pihak untuk meningkatkan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, demi meningkatkan tingkat hunian (okupansi) hotel di Kulon Progo.

 

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten yang telah mensponsori kegiatan sport tourism seperti voli pantai nasional dan mengusulkan pengembangan lebih lanjut.

 

“Mungkin nanti bisa diadakan kejuaraan dayung nasional. Di Pantai Glagah sudah ada laguna, tinggal merestorasi sedikit untuk dijadikan pusat sport tourism,” ungkap Sumantoyo.

 

Pihak PHRI berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus ditingkatkan demi memajukan pariwisata Kulon Progo secara berkelanjutan. Diharapkan pariwisata tidak hanya memberikan kepuasan bagi pengunjung, tetapi juga dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kulon Progo.

 

“Tentu saja kami berharap sinergitas semua pihak, untuk memajukan pariwisata di Kulon Progo. Sehingga pariwisata di Kulon Progo bisa meningkat, baik kunjungan maupun pendapatannya”, kata Sumantoyo.

 

 

Bupati Kulon Progo memberikan apresiasi atas dedikasi PHRI dalam menggairahkan sektor pariwisata di Kulon Progo. Ia menekankan bahwa usia kedelapan merupakan momentum kematangan bagi organisasi untuk meningkatkan strategi demi kesejahteraan anggota.

 

“Selamat kepada BPC PHRI Kulon Progo yang telah memasuki usia ke-8. Ini adalah usia yang semakin matang. Saya berharap tambah umur, juga tambah pengalaman, serta tambah penghasilan karena strategi-strategi yang sudah dimiliki,” ujar Agung.

 

Bupati secara terbuka memaparkan tantangan berat yang sedang dihadapi sektor pariwisata, yakni penurunan daya beli masyarakat secara nasional yang berdampak langsung pada capaian kunjungan wisata di daerah.

 

“Kemarin untuk DIY saja, dari target 9 juta wisatawan, hanya tembus 6,8 juta. Di Kulon Progo pun hingga detik terakhir belum mencukupi. Ini terjadi karena penurunan daya beli secara umum. Namun, kita tidak boleh patah semangat,” ujar Agung.

 

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Agung menginstruksikan PHRI untuk tidak hanya bergantung pada momen libur nasional atau acara tahunan. Ia mendorong adanya sinkronisasi kegiatan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kepariwisataan daerah.

 

“Kita tidak boleh patah semangat, kita harus tetap optimis. Kalau kita hanya menggantungkan pada libur nasional, kita hanya dapat setahun dua kali. Saya mengajak teman-teman PHRI untuk meramaikan pariwisata dengan mengaitkannya pada lokasi wisata yang bisa dijadikan ikon,” tegasnya.

 

Meskipun Kulon Progo merupakan pintu gerbang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bupati mengingatkan bahwa tantangan utama saat ini adalah menciptakan magnet wisata yang kuat agar wisatawan tidak hanya singgah, tetapi juga menghabiskan waktu di Kulon Progo.

 

“Kita harus menyadari, kita belum memiliki satu tempat wisata yang paling menonjol seperti Borobudur, Prambanan, atau Kraton. Inilah yang harus kita tangkap sebagai peluang untuk menciptakan daya tarik baru,” tutup Agung.

 

Perayaan HUT ke-8 ini diharapkan menjadi titik balik bagi para pemilik hotel dan restoran di Kulon Progo untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Kulon Progo sebagai destinasi wisata unggulan yang mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *