Home / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Diramal Menguat Hari Ini

IHSG Diramal Menguat Hari Ini

Jakarta,REDAKSI17.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat usai libur panjang, pada perdagangan Rabu (18/2). Diketahui, IHSG secara kumulatif menguat anjlok di level 7.900-an pada akhir Januari lalu.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, diketahui IHSG bergerak melemah 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan Jumat. Secara kumulatif, IHSG bergerak menguat sepekan terakhir sebesar 3,49%.

Di samping itu, IHSG pada perdagangan Jumat juga mencetak net foreign sell atau aksi jual bersih hingga Rp 2,03 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, tren jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp 14,46 triliun.

“Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG berpeluang bergerak menguat dengan support 8.132 dan resistance 8.265,” ungkap Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/2/2026).

Ia menyebut, IHSG berpeluang menguat menyusul ketetapan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan disampaikan pada Kamis (19/2) mendatang. Selain itu, menguatnya harga komoditas juga menjadi sentimen penguatan IHSG besok.

“Untuk sentimen, kami perkirakan investor akan menanti BI rate yang akan diumumkan pada hari Kamis, serta masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menyebut IHSG masih akan terkoreksi jelang pertemuan AS-Iran di Jenewa. Meski begitu, sentimen ini disebut akan sangat terbatas.

Menurutnya, reformasi pasar modal yang digalakkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menjadi sentimen positif penggerak IHSG. Indeks saham pun disebut masih berpeluang menguat jika eskalasi konflik global tidak begitu signifikan.

“Reformasi pasar modal oleh OJK–BEI tetap menjadi sentimen penopang IHSG. Untuk besok, pasar kemungkinan bergerak mixed dengan kecenderungan teknikal rebound jika tidak ada eskalasi signifikan dari isu geopolitik,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan pergerakan IHSG masih cukup prospektif untuk jangka panjang, apalagi pada periode ramadan dan hari raya Idul Fitri. Di sisi lain, penguatan IHSG juga didukung oleh respons pasar terhadap reformasi pasar modal.

“Kalau kita lihat secara rata-rata beberapa tahun terakhir, IHSG masih dalam keadaan positif ya, masih relatif bullish. Jadi faktor pelemahan IHSG pada Februari itu sebenarnya bisa dijadikan momentum untuk mencermati saham-saham yang berfundamental solid,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *