Home / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Melonjak Dipimpin DCII hingga ASII

IHSG Melonjak Dipimpin DCII hingga ASII

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (3/2) dengan kenaikan solid 2,52% ke posisi 8.122,60.
Penguatan indeks terjadi di tengah lonjakan sejumlah saham unggulan, seperti DCII yang melesat 11,80%, ASII naik 8,37%, serta TPIA menguat 10,59% dan menjadi penopang utama pergerakan pasar. Di sisi sebaliknya, tekanan terlihat pada FILM yang turun 14,81%, MORA melemah 14,86%, serta TLKM terkoreksi 1,43%.

Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp760,05 miliar di pasar reguler dan Rp834,07 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, seluruh sektor saham ditutup di zona hijau, dengan sektor industri dasar mencatat kenaikan paling besar mencapai 6,52%.

Di sisi pasar modal, otoritas berencana menyesuaikan target jumlah perusahaan yang melantai di bursa seiring diterapkannya ketentuan peningkatan porsi kepemilikan saham publik minimum menjadi 15%.

Aturan ini langsung berlaku bagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham mulai tahun ini, sementara emiten yang telah tercatat diberikan waktu penyesuaian. Sebelumnya, bursa menargetkan 50 pencatatan saham baru pada 2026, termasuk enam emiten berskala besar.

Sepanjang 2025, tercatat 26 perusahaan melakukan pencatatan saham dengan total dana yang dihimpun mencapai US$1,10 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar US$900 juta, meski jumlah emitennya lebih sedikit dibandingkan 41 perusahaan pada tahun sebelumnya.

Berita Emiten
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
BBNI membukukan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar Rp4,90 triliun, turun 6% secara tahunan dan 2% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Secara keseluruhan, laba bersih BBNI sepanjang 2025 tercatat Rp20 triliun atau turun 7% secara tahunan, setara dengan sekitar 98% dari proyeksi konsensus. Penurunan kinerja tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya pencadangan.

Meski demikian, penyaluran kredit perseroan tumbuh 15,90% secara tahunan pada 2025, melampaui sasaran manajemen di kisaran 8–10%, termasuk pembiayaan sebesar Rp47 triliun kepada Agrinas untuk program Koperasi Desa Merah Putih.

Margin bunga bersih (NIM) tercatat 3,80% pada 2025, turun dari 4,24% pada 2024. Untuk 2026, BBNI menargetkan pertumbuhan kredit 8–10%, dengan NIM di kisaran 3,50–3,80% serta rasio biaya kredit di level 1,00–1,20%.

Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI – Buy 250-260 | TP 272-282 | SL 240

BUMI
Transaksi di sini
Powered by

IMPC – Buy 2150-2180 | TP 2250-2320 | SL 2030

IMPC
Transaksi di sini
Powered by

MBMA – Buy 635-645 | TP 670-685 | SL 600

MBMA
Transaksi di sini
Powered by

ARCI – Buy 1685-1700 | TP 1760-1830 | SL 1600

ARCI
Transaksi di sini
Powered by

ENRG – Buy 1145-1165 | TP 1200-1260 | SL 1090

ENRG
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *