Home / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Rontok 3,27% ke 7.337, Seluruh Sektor Melemah Meski Asing Borong Saham

IHSG Rontok 3,27% ke 7.337, Seluruh Sektor Melemah Meski Asing Borong Saham

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market OverviewIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (9/3) di zona merah. Indeks anjlok 3,27% ke level 7.337,37 seiring tekanan yang terjadi hampir di seluruh sektor saham.
Meski pasar secara keseluruhan melemah, beberapa saham masih mencatatkan penguatan dan menjadi penopang pergerakan indeks. Di antaranya DCII yang naik 2,44%, SMMA menguat 4,48%, serta MORA melonjak 8,85%.

Sebaliknya, sejumlah saham besar justru menjadi penekan indeks. BBRI turun 2,72%, BYAN merosot 7,06%, dan BREN melemah 4,85%.

Di tengah pelemahan pasar, investor asing justru tercatat melakukan pembelian bersih (net buy). Nilainya mencapai Rp749,85 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,11 triliun jika dihitung di seluruh pasar.

Secara sektoral, tekanan terjadi merata. Seluruh 11 sektor saham di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah. Sektor transportasi mencatat koreksi paling dalam dengan penurunan 5,22%.

Berbeda dengan kondisi di dalam negeri, pasar saham Amerika Serikat justru bergerak naik. Indeks Dow Jones menguat 0,50% ke level 47.740. S&P 500 juga naik 0,83% menjadi 6.795, sementara Nasdaq melonjak 1,38% ke posisi 22.695.

Penguatan bursa AS didorong sentimen positif setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa konflik dengan Iran diperkirakan segera berakhir. Ia juga menyebut harga minyak berpotensi turun, yang memicu optimisme investor.

Untuk instrumen berbasis Indonesia di pasar global, ETF Indonesia (EIDO) tercatat naik 1,17%. Namun indeks MSCI Indonesia masih terkoreksi 3,03%.

Dari sisi fundamental, sektor perbankan mendapat sorotan setelah lembaga pemeringkat Fitch menurunkan outlook tiga bank BUMN, yakni BMRI, BBRI, dan BBNI, serta LPEI atau Indonesia Eximbank dari “stabil” menjadi “negatif”. Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang jangka panjang di level BBB.

Perubahan prospek ini merupakan dampak lanjutan dari keputusan Fitch pada 4 Maret lalu yang lebih dulu mengubah outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Langkah Fitch tersebut juga mengikuti kebijakan Moody’s yang pada bulan sebelumnya memangkas outlook lima bank besar di Indonesia yakni BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN menjadi negatif.

Secara teknikal, saham BMRI dan BBRI mengalami gap down pada perdagangan terakhir. Keduanya berpotensi bergerak menuju area support terdekat, masing-masing di sekitar Rp4.730 untuk BMRI dan Rp3.500 untuk BBRI.

Berita Emiten
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
BBNI memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Februari. Nilai tersebut setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp20,40 triliun.

Sementara itu, sekitar Rp7,01 triliun atau 35% dari laba bersih akan ditetapkan sebagai laba ditahan. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 37,30 miliar lembar, maka dividen per saham (DPS) yang dibagikan sebesar Rp349,30. Angka ini lebih rendah dibandingkan dividen per saham tahun sebelumnya yang mencapai Rp374,06.

Rekomendasi Saham Hari Ini
CYBR – Buy 1340-1355 | TP 1400-1445 | SL 1265

CYBR
Transaksi di sini
Powered by

DEWA – Buy 406-412 | TP 420-432 | SL 380

DEWA
Transaksi di sini
Powered by

WIIM – Buy 1990-2010 | TP 2050-2100 | SL 1870

WIIM
Transaksi di sini
Powered by

STAA – Buy 1240-1250 | TP 1280-1310 | SL 1160

STAA
Transaksi di sini
Powered by

BUMI – Buy 216-220 | TP 226-238 | SL 202

BUMI
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *