Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Manggala Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Notonegoro menerima langsung para abdi dalem yang telah menyelesaikan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komcad (Komponen Cadangan) yang difasilitasi oleh Lanal Yogyakarta. Latsarmil Komcad memegang peranan penting dalam reformasi pribadi prajurit keraton yang kian progresif guna menjadi role model bagi masyarakat Yogyakarta.
Hal tersebut diungkapkan KPH Notonegoro dalam acara Serah Terima Prajurit Komponen Cadangan Lanal TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Plataran Bangsal Kamandungan Keraton Yogyakarta pada Selasa (16/12). Turut hadir bersama KPH Notonegoro, Kepala Dinas Psikologi TNI AL, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo, dan Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan.
.png)
“Hari ini kita menerima prajurit yang sudah selesai Latsarmil Komcad dari angkatan kedua. Dilihat dari angkatan pertama, mereka terbukti memiliki nilai lebih dibandingkan teman-teman yang belum ikut. Kami berharap dengan bertambahnya prajurit keraton yang mengikuti Latsarmil Komcad, akan membawa disiplin yang baru, etos kerja yang baru, sikap yang baru bagi prajurit di Keraton Yogyakarta,” jelas KPH Notonegoro.
Mempertimbangkan keberadaan ratusan pelaku tradisi Bregada yang terbagi ke setiap daerah di Yogyakarta, KPH Notonegoro menegaskan pentingnya bagi prajurit Keraton yang tergabung dalam Komcad dapat memberikan teladan yang baik. Prajurit Keraton didorong untuk turut berperan menjadi agen perubahan yang dapat memberikan implikasi positif bagi masyarakat. Kegiatan pelatihan ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan dan berlaku bagi seluruh prajurit Keraton.
“Lebih lanjut kita ingin supaya prajurit Keraton dapat menjadi teladan bagi para pelaku tradisi Bregada yang ada di Yogyakarta. Bagaimana harus bersikap sebagai seorang prajurit dan bagaimana harus bersikap sebagai orang Jogja. Itu yang kami harapkan,” pungkasnya.
KPH Notonegoro menekankan, pentingnya kerja sama keberlanjutan antara Keraton dengan TNI AL guna konsistensi pemberdayaan prajurit keraton yang unggul dan terlatih. “Selanjutnya kita juga akan bekerja sama dalam berbagai hal seperti pembinaan mental keprajuritan, jiwa korsa, disiplin, dan semangat bela negara.” tutup KPH Notonegoro.
.png)
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Psikologi TNI AL, Laksma TNI Wisnu Agung Priyambodo turut berbagi cerita terkait upaya yang dilakukan Dinas Psikologi TNI AL dalam melahirkan prajurit yang berkarakter kuat, prima secara intelektual dan fisik, serta siap menghadapi tantangan zaman. “Kami membantu agar para prajurit Jogja dapat menjadi prajurit yang Tanggap, Tanggon dan Trengginas. Karena biar bagaimanapun, Indonesia adalah bangsa maritim yang besar dan ini harus kita jaga betul untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045,” imbuhnya.
Wisnu menuturkan, pentingnya peran kesehatan mental prajurit dalam proses merawat kebudayaan dan tradisi Yogyakarta. “Kita tahu Keraton Jogja memiliki sejarah panjang. Dengan mental kesehatan yang prima, budaya-budaya bahari dan wawasan Nusantara dapat tetap terpelihara,” tangkas Wisnu.
Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta, Kolonel Mar Hafied Indrawan menambahkan, Lanal Yogyakarta mendukung penuh kerja sama ini sebagai ruang kolaborasi terciptanya lingkungan masyarakat yang konstruktif dan bermanfaat. “Ini merupakan tugas kami sebagai bagian dari FORKOPIMDA untuk membantu pemerintah daerah. Pengiriman beberapa abdi dalem untuk dilatih menjadi Komcad akan menumbuhkan mental, kedisiplinan dan jiwa korsa yang tentunya berdampak positif bagi rakyat Yogyakarta,”
Humas Pemda DIY



