JAKARTA,REDAKSI17.COM – Presiden RI, Prabowo Subianto menyoroti krisis tenaga medis di Indonesia yang saat ini diperkirakan kekurangan hingga 100.000 dokter.
Dalam pertemuan dengan 1.200 rektor dan guru besar di Istana Negara, Kamis (15/1/2026), Prabowo menegaskan perlunya langkah berani dengan memperbanyak fakultas kedokteran di berbagai universitas.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden menekankan bukan hanya dokter umum, tetapi juga dokter gigi, tenaga farmasi, dan ahli teknologi kesehatan yang harus segera ditingkatkan jumlahnya.
“Kita harus kuat dalam semua bidang kesehatan, termasuk penguasaan teknologi medis yang semakin canggih,” ujarnya.
Selain membuka fakultas baru, Prabowo meminta kampus yang sudah memiliki fakultas kedokteran untuk memperbesar kapasitas penerimaan mahasiswa, termasuk bagi calon dokter spesialis.
Pemerintah juga membuka peluang pemberian beasiswa penuh bagi mahasiswa kedokteran agar akses pendidikan lebih merata.
Prasetyo menambahkan, opsi pendirian fakultas kedokteran baru di universitas yang belum memilikinya juga sedang dipertimbangkan.
“Langkah ini bagian dari strategi mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter yang masih defisit besar,” katanya.
Kebijakan ini muncul setelah pemerintah mencatat kekurangan tenaga medis yang mencapai lebih dari 100.000 orang.
Diskusi mengenai solusi sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, namun Presiden menegaskan perlunya percepatan agar pelayanan kesehatan nasional tidak terganggu.(*)





