Jakarta,REDAKSI17.COM – Sabtu 3 Januari 2026 pasukan khusus Amerika Serikat melakukan penyerbuan ke kediaman pribadi Presiden Venezuela Nicolas Maduro di ibu kota Caracas.
Penyerbuan ini berhasil menangkap Presiden Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, tanpa mampu dicegah oleh para pengawalnya ataupun angkatan bersenjata Venezuela. Dunia geger dengan aksi gila yg dipertontonkan Presiden Donald Trump.
Beberapa waktu lalu bersama tujuh negara mayoritas Muslim, Indonesia memutuskan bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut diumumkan secara bersamaan para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pada Kamis 22/1/2026.
Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk masuk BoP ini mendapatkan reaksi pro kontra di dalam negeri. Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) organisasi sayap Partai Gerindra, saya memandang strategi yang dimainkan Presiden Prabowo cukup jenius, sebagai kader Partai Gerindra yang cukup mengenal kepiawaian berpikir Prabowo Subianto yang sering out of the box.
Saya memahami agar bisa berperan maksimal dalam perdamaian dunia kita harus berada dalam lingkaran inti para penentu sejarah dunia hari ini khususnya Amerika Serikat dengan Presidennya Donald Trump yg hari ini sering melakukan keputusan2 spekatakuler; tak peduli aturan. Baginya aturan hanya kepentingan Amerika Serikat nomor satu dan yang harus dijalankan.
Dunia hari ini jauh berubah dan kepentingan untuk mengamankan kepentingan rakyat negaranya membuat para pemimpin dunia hari ini gampang tersulut; dunia sedang kondisi tidak baik. Pada Tahun 2025 lalu Presiden Prabowo Subianto bahkan sudah mengingatkan kita untuk antisipasi terjadinya Perang Dunia Ketiga yang beliau duga diawali dengan serangan Amerika kepada Iran.
Beberapa hari lalu dunia terguncang dengan serangan Amerika Serikat dan sekutunya Israel kepada Iran yang bahkan dalam satu serangan langsung membunuh pimpinan tertinggi Iran yakni Ayatollah Ali Khamenei.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari-hari ke depan, tapi pilihan yang diambil Presiden Prabowo Subianto masuk BoP setidaknya sudah memastikan minimal kita sudah meredam peluang permusuhan terbuka dengan sekutu dua negara super power Amerika Serikat dan Israel.
Selanjutnya dengan negara dengan jumlah penduduk mayoritas umat muslim terbesar di dunia hal ini akan menjadi peluang besar bagi negara kita yang terwakili dalam sosok Presiden Prabowo Subianto untuk memainkan peran yang lebih strategis untuk ambil bagian meredakan ketegangan dunia dan syukur-syukur menjadi fasilitator perdamaian dunia.
Tawaran Presiden Prabowo yang bersedia berangkat ke Teheran-Iran untuk menjembatani perundingan damai Iran kepada Amerika Serikat dan Israel adalah tanda-tanda rencana besar itu.
Di masa lampau sejarawan Yunani KunoThucydides, dalam bukunya History of the Peloponnesian War (Sejarah Perang Peloponnesos), sudah menyatakan “The strong do what they can and the weak suffer what they must.”
(“Yang kuat melakukan apa yang mereka mampu/inginkan, dan yang lemah menderita apa yang harus mereka derita.”).
Ucapan itu terbukti hari-hari ini dan sebagai salah satu tokoh besar dunia hari ini Presiden Prabowo Subianto juga tentu sangat ahli dalam strategi termasuk menggunakan strategi “kalau musuh tidak bisa kita lawan maka kita jadikan teman” yang disampaikan tokoh besar Sun Tzu dalam buku The Art of War
Indonesia sungguh beruntung, di saat dunia lagi krisis pemimpin yang wise dan berhikmat, maka memiliki Presiden Prabowo Subianto adalah berkat luar biasa yang kita miliki saat ini. Sebagai pemimpin yang sangat menguasai Geopolitik, kita yakin Indonesia mampu bertahan dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik di tengah gejolak perang dan pertikaian antar negara saat ini.
Saatnya kita sesama anak bangsa mempercayakan kebijakan2 yang diambil Presiden Prabowo Subianto saat ini dan pro aktif mendukungnya. Yakinlah Dia yang paling mampu dan paling mau untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia penuh kebhinnekaan saat ini. Salam Indonesia Raya.





