Jakarta,REDAKSI17.COM – Kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian pada tahun ini. Diperlukan strategi yang matang agar investasi bisa menghasilkan keuntungan maksimal.
Standard Chartered Indonesia menggelar forum tahunan World of Wealth (WoW) untuk ke-23 kalinya di Jakarta. Mengusung tema “Empower Your Journey: Today, Tomorrow, Forever”, WoW Jakarta menghadirkan diskusi panel bersama para praktisi investasi dan ekonom.
Berbagai isu dibahas, seperti prospek ekonomi global dan regional, peluang investasi lintas kelas aset di tahun 2026, serta strategi membangun portofolio yang lebih resilien di tengah valuasi pasar yang relatif tinggi dan ketidakpastian global.
Diskusi pada forum ini juga mengacu pada laporan Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles? dari Standard Chartered, yang menyoroti bahwa meskipun valuasi sejumlah aset telah meningkat, kondisi saat ini belum menunjukkan karakteristik bubble sistemik seperti pada periode sebelumnya.
Instrumen Investasi
Laporan tersebut memproyeksikan bahwa aset berisiko, khususnya ekuitas, masih berpotensi mencatat kinerja positif pada 2026, didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan AI. Standard Chartered mengidentifikasi tiga tema utama investasi 2026, yaitu equities dengan fokus pada pasar yang ditopang pertumbuhan laba, income khususnya obligasi emerging markets yang menawarkan yield menarik sekaligus diversifikasi, dan diversifiers seperti emas dan strategi alternatif, untuk membantu meredam volatilitas portofolio.
Pendekatan ini menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan, serta alokasi portofolio yang lebih terstruktur, mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic), agar investasi dapat menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.
“Di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, kami tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi fondasi penting untuk pemulihan. Dalam situasi seperti ini, disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka,” ujar CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Senior Economist Standard Chartered Indonesia, Aldian Taloputra memperkirakan ekonomi Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang lebih siklikal, dengan PDB Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2% di tahun 2026, atau meningkat dari proyeksi 5% di tahun 2025. Dari sisi kebijakan moneter, Standard Chartered memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan sikap yang berhati-hati sepanjang tahun 2026, dengan menyeimbangkan stabilitas eksternal serta dukungan terhadap pertumbuhan domestik.





