Jakarta,REDAKSI17.COM – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyampaikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan daya tarik dunia usaha. Terbaru, ada lima investor yang masuk ke IKN.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) Otorita IKN serta Akta Notarial di Kantor Balai Kota Otorita IKN, pada Jumat (9/1/2026) lalu. Kelima investor tersebut, di antaranya PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya dari Asatu Corporation.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono mengatakan mereka akan mengembangkan berbagai sektor usaha mulai dari kawasan kuliner, niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan berbagai sarana pendukung lainnya. Ia pun mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan para investor dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Saya ucapkan terima kasih dan saya yakin, kita yang akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi hari ini akan segera melakukan pembangunan. Sampaikan juga berita ini ke rekan bisnis bapak-bapak sekalian, ayo berinvestasi ke IKN, pasti akan kami teruskan,” ujar Basuki dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1/2026).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menambahkan proyek-proyek investasi ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2026. Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama (PKS) ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026.
“Dan saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan juga perizinannya,” kata Roi.
Roi menilai masuknya tujuh proyek investasi baru ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara. Pihaknya berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan begitu, IKN tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia menuju 2028.





