Selat Hormuz (AP Photo/Altaf Qadri)
Teheran,REDAKSI17.COM– Iran secara resmi telah memberi tahu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Maritim Internasional kapal-kapal non-musuh diizinkan melintasi Selat Hormuz, dengan syarat tetap berkoordinasi dengan otoritas Iran dan mematuhi ketentuan keamanan yang berlaku.
Pesan tersebut dikirim kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Informasi itu kemudian diedarkan kepada negara-negara anggota Organisasi Maritim Internasional, badan yang berbasis di London, Inggris, yang bertugas mengawasi keselamatan dan keamanan maritim dunia.
Pernyataan yang diedarkan melalui Kementerian Luar Negeri Iran tersebut menegaskan, Iran mengizinkan kapal-kapal yang tidak terlibat atau tidak mendukung tindakan AS dan Israel melawan Iran melintasi Selat Hormuz dengan aman dan normal seperti biasanya.
Sementara, kapal-kapal yang terkait dengan AS Israel, atau pihak lain yang dianggap bersekutu dengan keduanya dalam perang melawan Iran tidak diizinkan berlayar di Selat Hormuz. Larangan itu meliputi seluruh kapal, termasuk aset dan peralatan militer yang berhubungan dengan pihak-pihak tersebut.
Mengutip India Today, Rabu (25/3/2026), dalam catatan yang sama, Iran juga menyatakan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan proporsional untuk mencegah aggressor untuk menggunakan jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima distribusi pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Dalam beberapa pekan terakhir, jalur air ini dilaporkan mengalami hampir penghentian total aktivitas pengiriman. Gangguan ini memicu kekhawatiran di pasar global, yang berdampak terhadap potensi kekurangan pasokan energi dan kenaikan harga minyak dunia.





