Home / Nasional / Iran Tolak Gencatan Senjata: Militer AS Rasakan Bencana Besar Jika Lakukan Invasi Darat!

Iran Tolak Gencatan Senjata: Militer AS Rasakan Bencana Besar Jika Lakukan Invasi Darat!

Iran tegaskan tak akan minta gencatan senjata kepada AS dan Israel, serta memperingatkan bahaya besar bagi militer AS jika melakukan invasi darat. Foto/TRT World A A A

 

TEHERAN,REDAKSI17.COM – Iran menegaskan tidak akan meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penegasan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ketika perang sudah berlangsung hampir sepekan. Baca Juga : Nah, Tentara AS Didoktrin Perang Melawan Iran Jalan Menuju Armagedon Perang Akhir Zaman “Perang ini bukan perang kami,” kata Araghchi. “Ini adalah perang pilihan Amerika Serikat,” katanya lagi kepada NBC News, Jumat (6/3/2026).

“Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat alasan mengapa kami harus bernegosiasi,” lanjut dia.

“Bernegosiasi dengan AS ketika kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali mereka menyerang kami di tengah negosiasi?” tanyanya. “Jadi tidak ada permintaan gencatan senjata dari kami, dan tidak ada permintaan negosiasi dengan AS dari kami. Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus bernegosiasi,” papar Araghchi.

Araghchi juga memperingatkan bahaya bagi militer AS jika nekat melakukan invasi darat ke Iran. “Dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” katanya. “Setelah enam hari perang melawan Iran, jelas bahwa AS telah gagal mencapai tujuan utamanya, yaitu kemenangan yang bersih dan cepat,” ujar diplomat top Iran tersebut. “Mereka gagal mencapai itu, dan sekarang mereka mencoba membenarkan mengapa mereka menyerang kami. Dan mereka telah, Anda tahu, menyampaikan begitu banyak alasan yang berbeda, tetapi tidak satu pun yang berhasil,” kata Araghchi. “Dan sekarang mereka membicarakan, Anda tahu, rencana B.

Dan saya, saya percaya bahwa, Anda tahu, rencana B akan menjadi kegagalan yang lebih besar,” paparnya. Komentar Araghchi menunjukkan bahwa Iran akan menghadapi perang yang lebih lama dengan AS dan Israel setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan dia memperkirakan perang tersebut akan berlangsung selama empat hingga lima minggu. Trump sendiri telah mengkritik para pendahulunya dari Partai Demokrat karena terlibat dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Araghchi, ketika ditanya mengapa Iran melancarkan serangan terhadap hampir selusin negara tetangga Arab-nya selama bulan suci Ramadan, mengatakan, “Kami tidak menyerang tetangga kami. Kami tidak menyerang negara-negara Muslim.” “Kami telah menyerang target Amerika dan pangkalan Amerika, instalasi Amerika, yang sayangnya terletak di wilayah tetangga kami,” katanya. “Jadi kami telah menjelaskan kepada mereka, saya telah menghubungi menteri luar negeri mereka, dan saya telah menjelaskan bahwa ‘kami tidak menargetkan Anda. Kami tidak memiliki masalah dengan Anda. Kami hanya, hanya menargetkan instalasi Amerika’,” kata Araghchi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *