Teheran,REDAKSI17.COM – Perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel terus berlanjut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran belakangan ini mengklaim bahwa serangan AS-Israel makin brutal dengan menargetkan puluhan lokasi sipil.

Seturut Al Jazeera, Kemlu Iran membuat pernyataan pada Kamis (5/4/2026) bahwa serangan AS-Israel telah menargetkan 33 lokasi sipil. Bangunan sipil yang diklaim diserang AS itu termasuk rumah sakit, sekolah, kawasan pemukiman, Teheran Grand Bazaar, dan kompleks Istana Golestan yang bersejarah.

 

Berdasarkan berita terkini, Stadion Azadi di Teheran juga dibom. Sebagian area stadion berkapasitas 12.000 penonton itu berubah jadi puing akibat ledakan di tengah meningkatnya serangan AS-Israel terhadap Iran pada Kamis.

Pemerintah Iran juga mengunggah angka kerusakan situs sipil di X, jumlahnya mencapai lebih dari 3.600 situs sipil dalam enam hari. Jumlah kerusakan itu pertama kali disebutkan Bulan Sabit Merah Iran (Palang Merah) dan dijelaskan sebagai akibat serangan yang dikaitkan dengan AS-Israel.

Menurut Kepala Bulan Sabit Merah Iran, setidaknya 3.090 rumah, 528 pusat komersial, 13 fasilitas medis, dan 9 pusat Bulan Sabit Merah terkena serangan AS-Israel. Sementara itu, para pejabat Iran melaporkan terjadinya kerusakan di sejumlah fasilitas medis utama, termasuk Rumah Sakit Khatam dan Rumah Sakit Gandhi.

Bulan Sabit Merah Iran mengatakan, mereka telah mendokumentasikan kerusakan dan telah diserahkan ke Komite Internasional Palang Merah dan organisasi internasional lain guna menjajaki potensi proses hukum atasnya.

Sedangkan, mengenai jumlah fasilitas kesehatan yang rusak akibat serangan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah memverifikasi lebih dari 10 serangan. Lembaga PBB itu menyebut serangan ke fasilitas kesehatan Iran telah menyebabkan empat petugas kesehatan tewas dan 25 lainnya cedera.

“WHO telah memverifikasi 13 serangan terhadap layanan kesehatan di Iran dan satu di Lebanon,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers pada hari Kamis.

Selain tewasnya empat petugas kesehatan, serangan AS-Israel di seluruh wilayah Iran dilaporkan telah menewaskan setidaknya 1.230 orang. Jumlah ini terus meningkat sepanjang enam hari pecahnya perang sejak sejak Sabtu (28/2/2026).

AS Klaim Serangan Rudal Iran Turun 90 Persen

 

Di tengah dampak serangan yang meluas ke warga sipil, AS menyebut bahwa serangan mereka telah menurunkan 90 persen kekuatan rudal Iran. Hal ini disampaikan Komandan Pusat Komando AS (CENTCOM) Brad Cooper pada Kamis.

“Selama 24 jam terakhir operasi dibandingkan dengan kondisi awal: Serangan rudal balistik telah menurun 90 persen sejak hari pertama. Serangan drone telah menurun 83 persen sejak hari pertama,” kata Cooper dalam konferensi pers, dikutip dari Gulf News.

Cooper juga menjelaskan bahwa serangan intensif ke Iran pada Kamis dilakukan dengan membom secara masif, termasuk menggunakan pesawat pembom siluman B-2 dan “puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon (907 kg)”.

“Dalam 72 jam terakhir saja, pasukan pembom Amerika telah menyerang hampir 200 target jauh di dalam Iran, termasuk di sekitar Teheran,” kata Cooper.

Cooper mengklaim bahwa serangan-serangan itu menargetkan peluncur rudal balistik Iran yang terkubur di dalam tanah. Serangan juga disebut telah menargetkan markas komando antariksa Iran.

Kepala Pentagon Pete Hegseth menyebut bahwa AS siap untuk berperang dengan kekuatan yang lebih besar dan lebih lama.

“Kami baru saja mulai berperang dan berperang secara tegas,” kata Hegseth.

Sementara itu, seorang warga sipil Iran bernama Mohammadreza, memberikan kesaksian atas serangan pada Kamis. Kepada Al Jazeera, Mohammadreza menyebut bahwa serangan pada Kamis jauh lebih buruk dari hari-hari sebelumnya.

“Mereka menyerang bagian utara Teheran. Kamis tidak punya tempat tujuan. Ini seperti zona perang. Bantu kami,” kata Mohammadreza, 36, melalui sambungan telepon dari Teheran.