Jakarta,REDAKSI17.COM – Wacana Prabowo Subianto menjabat sebagai presiden untuk 2 periode menguat. Hal itu setidaknya terlihat dalam peringatan haru ulang tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang digelar secara sederhana di kompleks parlemen Senayan dan kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, muncul wacana menduetkan Prabowo Subianto dengan Zulkifli Hasan atau Zulhas pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 2029. Nama terakhir merupakan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang selalu setia mendukung pencapresan Prabowo dalam pilpres.
1. Dukungan Prabowo 2 Periode Menguat, Sekjen Gerindra: Cita-citanya Sama
Partai Gerindra merespons menguatnya dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo Subianto hingga periode kedua. Dukungan tersebut mengalir dari sejumlah partai politik hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Sekjen Partai Gerindra Sugiono menyampaikan apresiasi atas gelombang dukungan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo sampai periode kedua. Menurutnya, dukungan itu mencerminkan banyak pihak yang memiliki visi serupa dengan Prabowo dalam membangun Indonesia.
“Terima kasih atas dukungannya. Yang saya tangkap bahwa semua ini berawal dari cita-cita yang sama, keinginan yang sama, napas yang sama,” ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
2. Cak Imin Ungkap Alasan PKB Dukung Prabowo 2 Periode
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkap partainya siap mendukung Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia selama dua periode.
Hal itu disampaikan Cak Imin saat dirinya bersama jajaran pengurus DPP dan DPW PKB menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan pengurus baru PKB di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
“Kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya 5 tahun, bahkan 10 tahun yang akan datang,” ujar Cak Imin.
3. Prabowo Sudah Teken Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani peraturan presiden (perpres) terkait kenaikan gaji hakim ad hoc.
“Sudah (ditandatangani), tinggal kita berlakukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Prasetyo belum mengungkap lebih detail terkait angka kenaikan gaji yang diperoleh hakim ad hoc. “Secara persis sih enggak (sama angkanya), tetapi tidak jauh berbeda,” ungkap Prasetyo.
4. KPK: OTT Ketua PN Depok Terkait Suap Sengketa Lahan PT Karabha Digdaya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta dan enam orang lainnya terkait suap pengurusan perkara sengketa lahan antara badan usaha milik Kementerian Keuangan, PT Karabha Digdaya (KRB) dengan masyarakat.
“Ini diduga terkait dengan sengketa lahan antara PT KRB, yang merupakan badan usaha di ekosistem Kementerian Keuangan, yang fokus terkait dengan pengelolaan aset, ya, salah satunya pada sengketa lahan dengan masyarakat, yang sedang berproses di Pengadilan Negeri Depok,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Budi belum memastikan, apakah suap ini terkait dengan putusan sengketa lahan tersebut atau eksekusi atas sengketa lahan antara PT KRB dengan masyarakat.
5. Soal Duet Prabowo-Zulhas pada Pilpres 2029, Dasco: Kita Anggap Doa
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait wacana duet Prabowo Subianto-Zulkifli Hasan pada Pilpres 2029 yang dilontakan oleh Waketum PAN Eddy Soeparno.
“Apa yang disampaikan itu kita anggap sebuah doa saja,” ujar Dasco kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dasco enggan merespons lebih jauh terkait keseriusan Gerindra mengusung Prabowo dengan Zulkifli Hasan.





