Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang menyerang kebijakannya untuk menyalurkannya melalui jalur demokrasi pada Pemilu 2029. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
Isu politik-hukum terkini Beritasatu.com pada Senin lainnya, adalah pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi terkait pertemuan Prabowo dengan tokoh politik nasional. Penegasan itu sekaligus mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya yang menyebutkan Prabowo bertemu tokoh oposisi.
Selain itu, mengenai soal posisi Indonesia yang tidak akan bergabung dengan blok militer negara mana pun. Sikap tersebut merupakan kelanjutan dari politik luar negeri bebas aktif dan nonblok yang telah menjadi prinsip dasar Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Isu Politik-Hukum Terkini
1. Prabowo Beri Tantangan kepada Pihak yang Tak Suka Dirinya
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pihak-pihak yang tidak menyukai kinerjanya dipersilakan menyalurkan ketidakpuasan melalui jalur demokrasi pada Pemilu 2029, bukan dengan cara menjelekkan bangsa atau memecah belah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).
“Dan ada tuduhan untuk menjelekkan kita sebagai bangsa. Jadi gini ya, kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka dengan Prabowo, silakan, 2029 bertarung! Ya, kan,” ujar Prabowo.
2. Prabowo Undang Tokoh Nasional, Istana: Untuk Kepentingan Negara
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional merupakan diskusi demi kepentingan bangsa dan negara.
Prasetyo menyebut pertemuan itu merupakan cara Presiden berkomunikasi dengan sejumlah tokoh. Baik melalui pertemuan terbuka ataupun melakukan diskusi secara tertutup.
“(Pertemuan) dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden, yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat,” kata Prasetyo, Senin (2/2/2026).
3. Prabowo Ungkap Dunia di Ambang Perang Nuklir, Indonesia Pasti Kena!
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia akan terkena imbas jika meletus Perang Dunia III yang menggunakan senjata nuklir meski tidak terlibat dalam peperangan. Dunia bisa dilanda musim dingin berkepanjangan apabila perang nuklir terjadi.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat berpidato dalam pembukaan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dan kepala daerah se-Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menegaskan Indonesia berada di tengah perang ideologi besar antara blok komunis dan kapitalis. Perang yang terjadi di Ukraina dan Gaza, Palestina akan berpengaruh kepada Indonesia.
4. Program MBG Dilirik Peneliti Rockefeller dan White House
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan adanya ketertarikan peneliti dan pakar dari White House serta Rockefeller Foundation terhadap program makan bergizi gratis (MBG). Ketertarikan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan perwakilan lembaga internasional tersebut.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebutkan, informasi itu merupakan penjelasan lanjutan dari pidato Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Selasa (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, presiden mengungkapkan, program MBG mulai menjadi perhatian global.
Dadan mengatakan, perwakilan Rockefeller Foundation sempat datang langsung ke Indonesia dan berdiskusi dengan Presiden Prabowo mengenai implementasi program MBG yang dinilai unik dan progresif.
5. Prabowo: RI Tak Akan Masuk Blok Militer Mana pun!
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok militer negara mana pun. Sikap tersebut merupakan kelanjutan dari politik luar negeri bebas aktif dan nonblok yang telah menjadi prinsip dasar Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan, kebijakan luar negeri Indonesia dijalankan sesuai amanat para pendiri bangsa.
“Saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita. Saya menjalankan politik luar negeri yang tetap menganut bebas aktif, tetapi nonblok. Tidak akan ikut pakta militer mana pun,” ujar Prabowo.





