Danurejan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Yogyakarta kembali menggelar kerja bakti bertajuk Jogja Cling di kawasan Jembatan Kewek, Kleringan, hingga area parkiran Menara Kopi, Jumat (27/3).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan, termasuk penanganan vandalisme dan penataan ruang terbuka.
“Ini kita bersih-bersih sekitar Kleringan, juga ada vandalisme, kemudian juga rumput-rumput liar di sekitar patung Monumen Adipura. Kita bersama Kodim dalam program Jogja Cling, agar taman terlihat rapi dan Jogja tetap bersih,” ujarnya.

Selain pembersihan, kawasan tersebut juga direncanakan akan ditata ulang. Wawan menyebut, ke depan area sekitar Jembatan Kleringan dan Jembatan Kewek akan direvitalisasi menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat.
“Nanti akan kita tata, termasuk pembangunan jembatan Kewek dan revitalisasi taman di sekitarnya, sehingga menjadi tempat yang lebih bagus dan strategis untuk masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0734/Yogyakarta, Arif Setiono, menjelaskan bahwa kegiatan Jogja Cling merupakan agenda rutin yang menyasar titik-titik yang membutuhkan perhatian kebersihan.
“Wah hari ini kita biasa kegiatan reresik Kota Jogja. Kebetulan hari ini kita menyentuh sisi daerah Jembatan Kewek. Tadi sudah kita lihat ada tugu, prasasti kita bersihkan, kemudian setelah ini kita menuju ke parkiran bus di Menara Kopi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan meliputi pembersihan sampah organik dan anorganik, pemotongan rumput liar, hingga pengecatan fasilitas umum. Selain itu, pihaknya juga mendorong pengawasan lebih intensif agar kawasan tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif.
“Ke depan perlu ada patroli rutin, supaya tempat ini tidak digunakan untuk kegiatan yang kurang positif,” imbuhnya.
Arif juga menegaskan, fokus kegiatan tidak hanya pada pembersihan fisik semata, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Pembersihan ini bagian dari program rutin Jogja Cling. Kita ingin uri-uri supaya masyarakat Kota Jogja ke depan semakin baik, punya budaya yang baik, terutama soal sampah, agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, Jogja semakin indah, bersih, dan apik,” ungkapnya.



