JAKARTA,REDAKSI17.COM – Kesiapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk turun langsung ke daerah membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 dinilai bukan sekadar langkah kampanye biasa.
Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyebut manuver tersebut mencerminkan relasi politik yang saling menguntungkan antara Jokowi dan PSI.
Menurut Arifki, dari sisi PSI, keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan.
Figur Jokowi yang masih memiliki tingkat pengenalan publik tinggi dinilai mampu meningkatkan visibilitas PSI.
Terutama di wilayah yang belum menjadi basis elektoral partai tersebut.
“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa membantu mendongkrak elektoral,” kata Arifki dalam keterangannya, Senin (2/1/2026).
“Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” sambungnya.
Namun demikian, Arifki menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak berjalan satu arah.
Jokowi juga dinilai memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam orbit politik nasional setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Dalam konteks itu, PSI dapat menjadi kanal politik yang memberi ruang pengaruh sekaligus posisi tawar bagi Jokowi menuju 2029.
“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau struktur pemerintahan. Ini bentuk relasi yang lazim dalam politik,” kata Arifki.
Arifki menjelaskan, relasi saling membutuhkan seperti ini kerap muncul pada fase pascakekuasaan.
Partai membutuhkan figur kuat untuk mendongkrak elektabilitas.
Sementara figur membutuhkan kendaraan politik agar tetap relevan dalam dinamika kekuasaan.Jokowi akan Kerja Keras untuk PSI




