Wamenkeu Juda Agung/Foto: Anisa Indraini
Jakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru dilantik, Juda Agung menanggapi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang tumbuh di level 5,39% dan sepanjang 2025 tumbuh 5,11%. Ia mengaku belum puas, tetapi perlu disyukuri.
“Kalau pertanyaan puas atau tidak, tentu saja bisa puas atau belum puas, tetapi kita perlu syukuri,” kata Juda Agung yang perdana tampil di panggung sebagai Wamenkeu dalam acara Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Juda Agung menjelaskan alasan belum puas karena pertumbuhan ekonomi itu masih di bawah potensialnya alias masih bisa didorong. Hanya saja patut disyukuri karena pertumbuhan kuartal IV-2025 itu menjadi yang tertinggi sejak 2022.
“Pertumbuhan 5,39% di kuartal IV-2025 itu masih di bawah potensinya. Jadi artinya kalau di bawah potensi, masih bisa didorong. Kita melihat sisi positifnya adalah pertumbuhan 5,39% itu adalah pertumbuhan yang tertinggi sejak 2022 ketika terjadi rebound dari COVID. Setelah rebound COVID, pertumbuhannya agak lemah di sekitar 5%, sekarang di 5,39%, saya kira itu sebuah achievement yang patut kita syukuri,” tutur Juda Agung.
Selain itu, Juda Agung menyebut capaian itu lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Dibandingkan China misalnya, pertumbuhannya di kuartal IV-2025 hanya sekitar 4,5%.
“Dibandingkan negara G20 yang lain kita salah satu yang paling tinggi pertumbuhannya. Jadi ini saya kira suatu hal momentum yang sangat bagus dan ini perlu kita dorong,” imbuhnya.
Juda Agung melihat pertumbuhan ekonomi ini membuat penciptaan lapangan kerja semakin marak. Penciptaan lapangan kerja, kata dia, mampu tembus ke level 1,37 juta hanya dalam satu kuartal atau tiga bulan (Agustus-November 2025).
“Ini artinya memang pertambahan pertumbuhan ekonomi ini mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih baik di triwulan IV-2025. Inilah momentum yang harus kita dorong di kuartal I-2026, ini momentumnya sudah bagus, kita harapkan lebih baik lagi,” imbuh Juda Agung.





