Bantul,REDAKSI17.COM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY didorong menjadi jembatan penggerak potensi daerah dengan mengintegrasikan kekuatan ekonomi lintas kabupaten/kota secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY masa bakti 2026–2031 pada Sabtu (14/02), dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Dilaksanakan di Ruang Yudhistira, Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, dan turut dihadiri, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indriyanti, Bupati Kulonprogo, Agung Setiawan, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, segenap jajaran FORKOPIMDA DIY, serta unsur pimpinan instansi vertikal dan lembaga strategis DIY.
Dalam sambutannya, Sri Sultan menyatakan, setiap daerah di DIY tumbuh dengan keberagaman potensi, menjadi daya saing kolektif yang saling bertumpu. Sleman dengan keunggulan pendidikan dan teknologi, Bantul dengan industri kreatif dan manufaktur, Kulon Progo dengan konektivitas logistik dan peluang kawasan industri, Gunungkidul dengan kekuatan agro-maritim dan pariwisata alam, serta Kota Yogyakarta dengan jasa, perdagangan, dan hospitality. Maka, KADIN Kabupaten/Kota bersama KADIN DIY diminta menjadi wadah yang menjalankan fungsinya menjadi fasilitator aktif yang menghubungkan, menyelaraskan, dan mengarahkan integrasi sumber daya lintas-aktor.
“Kolaborasi yang dibangun adalah proses proses penciptaan nilai bersama, melalui integrasi sumber daya lintas-aktor. Industri besar, UMKM, lembaga keuangan, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah, harus berada dalam satu kesadaran kolektif, bahwa pertumbuhan hanya akan kokoh bila dibangun bersama,” tegas Sri Sultan.
Lebih lanjut, Sri Sultan menegaskan, penguatan ekosistem tidak lagi dapat dilaksanakan secara parsial, melainkan mencakup integrasi produksi, distribusi, pembiayaan yang diiringi dengan inoviasi secara simultan. Pertumbuhan inklusif yang memperluas partisipasi ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan membuka mobilitas usaha rakyat menjadi patokan utama yang perlu diperhatikan.
“Saudara adalah penghubung antara stabilitas dan dinamika. Saudara berada pada posisi untuk mendorong efisiensi logistik, memperkuat kemitraan usaha, serta memastikan, bahwa ekosistem ekonomi DIY, memiliki ketahanan struktural. Ekosistem ekonomi DIY, harus menjadi ruang, di mana kemajuan dan kemanusiaan, berjalan berdampingan.,” jelas Sri Sultan.
Senada, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi mengungkapkan, DIY memiliki modal sosial, budaya, dan sumber daya manusia yang kuat. Sehingga, penciptaan UMKM yang kreatif, industri pariwisata yang berdaya tarik tinggi, sektor pendidikan yang unggul, serta semangat gotong royong masyarakat menjadi fondasi utama ketangguhan ekonomi DIY. “Tugas KADIN ke depan adalah memastikan seluruh potensi tersebut terhubung dalam sebuah ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
GKR Mangkubumi berharap, momentum regenerasi pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi masing-masing daerah. Pun, seluruh jajaran KADIN DIY diajak untuk dapat bekerja dengan penuh semangat integritas, mengutamakan profesionalisme, melibatkan kolaborasi dan menjdikan KADIN sebagai rumah besar dunia usaha yang inklusif, terbuka, dan solutif.
“Jadilah jembatan aspirasi pelaku usaha, sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia usaha,” ujar GKR Mangkubumi.
Ketua Panitia Pelantikan dan Pengukuhan KADIN DIY, Tim Apriyanto menambahkan, total keseluruhan pengurus KADIN DIY di tingkat Kabupaten/Kota yang dilantik untuk masa bakti 2026-2031 berjumlah 264 orang. Angka tersebut menunjukkan kekuatan sumber daya manusia yang potensial dalam mendorong KADIN DIY menjadi motor penggerak ekonomi regional.
“Kami optimis KADIN DIY dan KADIN Kabupaten/Kota mampu memperkuat daya tahan UMKM dan industri lokal, sekaligus mendorong investasi yang berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat digitalisasi usaha, serta membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Apriyanto.
Pengukuhan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara, pembacaan ikrar pengukuhan, serta penyerahan Pataka KADIN masing-masing wilayah kepada setiap Ketua KADIN Kabupaten/Kota, dan menjadi simbol penyerahan amanah dan tanggung jawab bagi pengurus baru KADIN DIY Kabupaten/Kota dalam memulai lembaran baru kepemimpinan.
Humas Pemda DIY




