Beranda / Nasional Dan Internasional / Kejutan dari Prabowo: Negara Beri Subsidi Biaya Haji 2027

Kejutan dari Prabowo: Negara Beri Subsidi Biaya Haji 2027

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Kabar mengejutkan terdengar di ruang rapat Komisi VIII DPR, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk merogoh kocek negara untuk menyubsidi biaya haji 2027. Pemerintah dan DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp 98.466.351,35. Sedangkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) alias biaya yang ditanggung calon jemaah haji ditetapkan sebesar Rp 54.648.825. Kesepakatan diambil di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026) kemarin.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pun meminta persetujuan para anggota DPR dan pemerintah untuk menetapkan biaya Haji 2027 itu. Putusan MK dan Bayang-bayang Karier Politik Artikel Kompas.id “Kami meminta persetujuan fraksi-fraksi, apakah yang kita bacakan tadi dapat disetujui?” ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat Komisi VIII DPR. “Setuju,” seru anggota DPR. “Untuk pihak pemerintah apakah dapat disetujui?” tanya Dasco.

“Setuju, siap,” jawab Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf. Setelah angka tersebut ditetapkan, Dasco tiba-tiba mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan subsidi. Prabowo subsidi Rp 3 juta per calon jemaah Dasco mengumumkan pemerintah menggelontorkan uang Rp 3 juta untuk mensubsidi masing-masing jemaah Haji 2027.

“Saya barusan komunikasi dengan pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Prabowo Subianto. Komponen BPIH untuk dalam negeri jemaah rata-rata sebesar Rp 5.643.945,28, akan ditanggung disubsidi pemerintah sebesar Rp 3 juta,” ujar Dasco.

“Sehingga komponen BPIH untuk dalam negeri per jemaah rata-rata setelah disubsidi pemerintah sebesar Rp 3 juta rupiah, menjadi Rp 2.643.945,28,” sambungnya. Baca juga: Ini Alasan Prabowo Beri Subsidi Rp 3 Juta ke Jemaah Haji 2027 Dasco menjelaskan, para jemaah haji sudah melunasi setoran awal sebesar Rp 25 juta. Jika mengikuti ketentuan awal, maka mereka masih harus melakukan pelunasan hingga Rp 29 juta sekian, mengingat total Bipih 2027 yang ditetapkan sebesar Rp 54.648.825.

Akan tetapi, pemerintah tiba-tiba memberi subsidi Rp 3 juta, ditambah ada bantuan saldo dari nilai manfaat Rp 3,4 juta. Sehingga, kata Dasco, jemaah tinggal membayar Rp 23,2 juta saja. Dengan demikian, jemaah hanya membayar Rp 48,5 juta dari total Bipih 2027 Rp 54,6 juta.

“Setelah itu dikoreksi, sepakat bahwa rata-rata pelunasan Bipih dibayarkan jemaah setelah dikurangi setoran awal sebesar Rp 25 juta dari besaran saldo nilai manfaat di rekening virtual masing-masing jemaah rata-rata sebesar Rp 3.400.000, maka pelunasan Bipih jemaah haji 2027 sebesar rata-rata menjadi setelah disubsidi pemerintah menjadi Rp 23.248.825,” kata Dasco.

“Allahuakbar,” ucap anggota DPR. “Alhamdulillah,” seru anggota DPR lainnya. Baca juga: Biaya Haji 2027 Naik Rp 11 Juta dari Tahun Lalu, Pemerintah: Kita Tak Bisa Mengelak Putusan MK dan Bayang-bayang Karier Politik Artikel Kompas.id Dasco mengatakan, ada penurunan biaya yang dilunasi jemaah haji dari tahun 2026 ke 2027.

“Dibandingkan dengan pelunasan Bipih tahun 2026 sebesar Rp 26.433.806, maka mengalami penurunan menjadi Rp 23.248.825. Jadi Rp 3,2 juta lebih rendah dari tahun 2026,” imbuh Dasco. Alasan di balik subsidi Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto memutuskan memberikan subsidi Rp 3 juta kepada masing-masing jemaah Haji 2027. Irfan mengatakan, pemerintah tidak ingin situasi geopolitik membebani para jemaah haji.

“Tentu pemerintah menganggap bahwa situasi geopolitik di luar negeri itu jangan membebani kepada calon jemaah haji kita,” ujar Irfan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). “Sehingga, Presiden memutuskan untuk memberikan subsidi agar tidak terlalu berat beban kepada calon jemaah haji,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *