GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar kerja bakti terpadu di kawasan Malioboro pada Selasa (7/4). Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono turut hadir dan terjun langsung.
Ia menegaskan bahwa kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya menjaga konsistensi gerakan “Yogyakarta Berhati Nyaman” yang selaras dengan program Indonesia Asri.
Kegiatan ini juga melibatkan seluruh perangkat daerah/unit kerja di lingkungan Pemkot Yogyakarta, instansi vertikal, komunitas, hingga pelaku usaha termasuk melibatkan berbagai unsur aparat kepolisian dan TNI, serta komunitas dan paguyuban di kawasan tersebut.
“Kita ingin menjaga konsistensi gerakan ini. Setiap Selasa dan Jumat kita lakukan kerja bakti, baik di kantor maupun di luar. Kali ini kita fokus di Malioboro karena sudah sekitar satu bulan sejak terakhir dibersihkan sebelum puasa,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan Malioboro tidak bersifat sesaat, melainkan gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan, terstruktur, dan terprogram. Hal ini penting untuk memastikan kawasan Malioboro tetap nyaman bagi wisatawan dan masyarakat.

Dalam kerja bakti kali ini, berbagai titik menjadi sasaran pembersihan, mulai dari area parkir andong dan becak yang kerap menimbulkan bau, trotoar, hingga area di bawah pepohonan. Penyemprotan juga dilakukan untuk menghilangkan aroma tidak sedap serta menjaga kebersihan lingkungan. Kerja bakti dilakukan mulai dari kawasan Malioboro hingga Margomulyo dan berakhir di titik nol kilometer.
Dalam berlangsungnya kerja bakti tersebut, Dedi masih menemukan puntung dan bungkus rokok di kawasan Malioboro, meskipun area tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok. “Ini harus menjadi kesadaran bersama, baik masyarakat maupun wisatawan. Kita sudah menyediakan tempat khusus merokok, jadi di kawasan ini sebaiknya benar-benar bebas rokok,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyampaikan, kerja bakti ini juga menjadi upaya membudayakan gotong royong di masyarakat.
“Kita membiasakan kerja bakti sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Momentum Selasa dan Jumat ini kita manfaatkan untuk bergerak bersama, apalagi bertepatan dengan Selasa Wage,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja bakti terpadu ini mencakup berbagai kegiatan seperti pembersihan dan normalisasi fasilitas ruang publik, penyedotan limbah di 12 titik cekungan di sisi barat Malioboro, pemangkasan pohon, pembersihan reklame liar, hingga pembersihan sampah pengunjung.

Selain itu, dilakukan pula pembersihan teraso, grill, tree case, serta penghapusan coretan vandalisme pada fasilitas publik. Seluruh peserta bahu-membahu membersihkan area pedestrian agar tetap bersih dan nyaman. “Kami ingin membiasakan bahwa kebersihan adalah bagian dari kenyamanan dan kesehatan kita bersama,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Ia berharap kawasan Malioboro tetap terjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanannya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Yogyakarta. “Kami selalu menghimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk turut menjaga kebersihan serta mematuhi aturan tanpa rokok saat sedang berada di Malioboro demi kenyamanan bersama,” imbuhnya.



