MAKASSAR,REDAKSI17.COM – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mempermalukan Presiden AS, Donald Trump.
Ia membantah klaim Donald Trump bahwa ia adalah tokoh orang dalam dari Republik Islam yang telah bernegosiasi dengan Washington dalam beberapa pekan terakhir.
Menolak klaim Trump, Ghalibaf mengatakan bahwa Washington mempromosikan keinginan sebagai berita sambil mengancam negara Iran pada saat yang sama.
Ia juga memperingatkan pasukan AS-Israel agar tidak melakukan eskalasi, dengan menyatakan bahwa itu akan menjadi ‘kesalahan besar’ karena setiap serangan baru akan dibalas dengan beberapa serangan lain dari pihak Iran.
“Musuh mempromosikan keinginan mereka sebagai berita sambil mengancam bangsa kita pada saat yang sama. Kesalahan besar. Jika mereka menyerang satu, kami akan membalas dengan beberapa serangan,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X dikutip dari NDTV.
“Insya Allah, rakyat Iran, di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi, akan membuat musuh menyesali agresi mereka dan merebut kembali hak-hak mereka,” tambah pemimpin senior Iran itu. (*)





