Kehadiran pucuk pimpinan partai ini memberi sinyal bahwa Gorontalo tetap diposisikan sebagai basis strategis pergerakan PPP.
Dalam forum tersebut, Mardiono menyoroti pentingnya konsolidasi internal sebagai modal utama menghadapi agenda politik nasional.
Ia menilai, kekuatan PPP tidak hanya ditentukan oleh figur di panggung publik, tetapi oleh kesiapan struktur partai hingga ke akar rumput.
Muswil pun dianggap sebagai momentum memperkuat mesin partai sebelum memasuki tahapan pemetaan politik nasional.
Mardiono menyebut Provinsi Gorontalo selama ini menjadi salah satu daerah penopang kekuatan PPP secara nasional.
Ia mengapresiasi pola kerja kader yang dinilai konsisten, terukur, dan memiliki militansi tinggi dalam menjaga suara partai.
Basis tradisional PPP di Gorontalo, menurutnya, telah melewati banyak ujian politik dan tetap solid.
“Gorontalo ini adalah tulang punggung PPP secara nasional. Soliditasnya sudah teruji
dan ke depan akan terus kita perkuat,” ujar Mardiono kepada wartawan usai membukaMuswil.
Di sisi lain, DPW PPP Gorontalo memastikan proses pemilihan Ketua DPW periode 2026–2031 berjalan sesuai mekanisme musyawarah, tanpa intervensi DPP.
Ketua DPW PPP Gorontalo, Nelson Pomalingo, menegaskan pemilihan baru sebatas formatur.
“Belum ada ketua yang ditetapkan hari ini. Yang dipilih baru formatur.
Setelah itu, kami diberi waktu sekitar 20 hari untuk menyusun struktur kepengurusan lengkap,” ujar Nelson.




