Home / Tokoh Kita / Ki Catur Benyek Kuncoro

Ki Catur Benyek Kuncoro

Yogyakarta merupakan gudangnya Dalang Wayang Kulit. Ratusan Dalang dari Dalang cilik hingga Dalang yang senior ada dan sebagian dari mereka adalah anggota PEPADI atau Persatuan Pedalangan Indonesia. Dahulu sebelum ada sekolah Pedalangan, seorang dhalang biasanya adalah anak Dalang atau dari keluarga Dalang. Namun kini setelah muncul sekolah Pedalangan di tingkatan Sekolah menengah maupun perguruan tinggi maka bermunculan Dalang – Dalang muda. Bahkan sejumlah tokoh yang peduli terhadap seni Wayang Kulit mendirikan semacam sanggar pelatihan Dalang Wayang kulit sehingga muncul Dalang – Dalang cilik. Adanya sanggar pelatihan Dalang didukung adanya Festival Dalang Cilik sehingga membuat seni Pedalangan di Yogyakarta semakin semarak dan kekhawatiran seni Wayang Kulit akan punah langsung hilang. Sebab kenyataan setiap ada festival Dalang Cilik pesertanya cukup banyak. Hal ini menunjukkan bahwa regenerasi seni pedalangan berjalan dengan baik.

Salah satu Dalang yang lahir dari keluarga Dhalang sekaligus dari sekolah Pedalangan adalah Ki Catur Kuncoro lahir di Bantul tanggal 3 Maret 1975, beliau sering dipanggil mas Benyek. Kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Catur Benyek Kuncoro yang lahir dari keluarga seniman, bapak dari Ki Catur Benyek Kuncoro bernama Ki Supardi, beliau adalah dalang wayang kulit klasik dan ibu bernama Sri Yatinah sebagai sinden wayang kulit klasik.

Kakek dari Ki Catur Benyek Kuncoro juga seorang dalang wayang kulit klasik yang bernama Ki Cermodiharjo, biasanya dipanggil mbah Bancak. Mbah Bancak Dalang terkenal pada zamannya adalah kakek dari Dalang Kondang Ki Seno Nugroho almarhum. Mbah Bancak mempunyai anak Supardi dan Suparman keduanya dalah Dalang klasik terkenal. Ki Supardi memiliki Putra Ki Catur Kuncoro sedangkan Ki Suparman memiliki Anak Ki Seno Nugroho. Sehingga Ki Catur Benyek Kuncoro dan Ki Seno Nugroho Almarhum adalah saudara sepupu. Darah seni Ki Catur Benyek Kuncoro sudah mengalir sejak kecil, beliau belajar ilmu pedalangan tidak hanya dari keluarga tetapi juga belajar di bangku sekolah di SMK Negeri 1 atau SMKI Yogyakarta Jurusan Pedalangan.

Ki Catur Benyek Kuncoro mulai mendalang pada tahun 1994 di acara ujian SMK Negeri 1 Yogyakarta Jurusan Pedalangan yang berjudul Gathutkaca Wisudha dan Babad Alas Mertani, dan pakeliran 6 jam di Nglebak Wonosari yang berjudul Rama Bargawa. Pada tahun 1994 sampai 2016 Ki Catur Benyek Kuncoro melakukan beberapa pementasan, kolaborasi dan trobosan-trobosan baru dalam pewayangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *