Jakarta,REDAKSI17.COM – Lembaga pemeringkat global menurunkan outlook sejumlah bank besar di Indonesia belum lama ini. Setidaknya, terdapat dua lembaga rating global yang menurunkan outlook bank tersebut yakni Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service.
Fitch Rating sendiri menurunkan outlook untuk tiga bank BUMN menjadi negatif pada 9 Maret 2026. Kemudian, Moody’s menurunkan outlook lima bank besar di Indonesia ke negatif dari sebelumnya stabil.
Namun begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemangkasan outlook ini tidak mencerminkan pelemahan kondisi perbankan RI secara individual. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan tidak ada persoalan struktural maupun fundamental di sektor perbankan nasional yang perlu dikhawatirkan.
Menurutnya, OJK hanya perlu komunikasi berupa data dan informasi yang jelas yang disampaikan kepada Moody’s. OJK juga membuka ruang untuk bertemu dengan sejumlah lembaga pemeringkat untuk mengklarifikasi kondisi perbankan nasional bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Kita sih nggak khawatir karena secara struktural tidak ada isu, secara fundamental juga tidak ada isu yang terkait dengan bank-bank kita itu,” ujar Dian di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026) lalu.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memastikan lembaga pemeringkat global masih mempertahankan rating bagi perbankan BUMN hingga saat ini. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa fundamental perbankan nasional masih cukup baik.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, lembaga pemeringkat tersebut sebenarnya banyak menyoroti komitmen otoritas terkait terhadap reformasi integritas pasar modal. Hal ini didapati usai pertemuan antara OJK dengan salah satu lembaga pemeringkat.
“Terkait dengan outlook ya, kalau kita lihat rating sebenarnya mereka tetap ya, cuman outlooknya yang kemudian dari positif menjadi negatif. Sebetulnya dengan rating yang tetap itu mereka tetap melihat sebenarnya fundamental kita baik,” ujar perempuan yang biasa disapa Kiki ini di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/3).
Lantas bagaimana nasib perbankan RI usai lembaga pemeringkat global kompak memangkas outlook? Prospek tersebut akan dibahas tuntas dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional.
Acara ini akan mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi dalam satu ruang dialog yang konstruktif. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional tahun 2026.
Forum ini digelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.
Sejumlah tokoh penting menjadi pembicara dalam gelaran ini, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi hingga Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.





