Home / Nasional / Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga

Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga

Main Image

Jakarta,REDAKSI17.COM – Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries memaparkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan selama masa mudik Lebaran 2026 guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di berbagai jalur utama. Hal ini disampaikan pada saat Rapat Dengar Pendapat terkait kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3).

Untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis.

“Rekayasa lalu lintas yang kita lakukan, one wayone way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, maupun pelaksanaan ganjil genap yang kita lakukan terutama di lokasi-lokasi wisata,” ujar Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries.

Selain di jalur darat, pengaturan lalu lintas di kawasan penyeberangan juga menjadi perhatian utama, khususnya pada lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk yang menghubungkan Jawa dan Bali. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) dari berbagai wilayah sebagai bagian dari persiapan pengamanan.

“Berkaitan dengan pengaturan pelabuhan Ketapang–Gilimanuk kita sudah melakukan TFG seluruh Dirlantas,” tambah Kombes Pol Aries.

Dalam skema pengaturan tersebut, akan diterapkan pembatasan waktu tertentu bagi kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya.

“Untuk pengaturan di Ketapang Gilimanuk khusus untuk kendaraan yang dari arah Jawa menuju Bali, dari pelabuhan Ketapang itu akan dihentikan pada pukul 17.00 pada tanggal 18 Maret 2026. Kendaraan dari Gilimanuk atau keluar dari Bali ini akan ditutup pukul 05.00 karena memang tidak ada pembatasan pada saat pelaksanaan perjalanan khususnya di wilayah Jawa,” jelas Kabag Ops.

Selain itu, Korlantas Polri juga telah melakukan simulasi bersama Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk memetakan potensi kepadatan arus mudik dan arus balik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai dapat membantu mengurangi lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.

“Prediksi puncak arus mudik pertama itu akan terasa di tanggal 16–17 Maret itu ada kegiatan WFA dan ASN yang akan WFA. Prediksi puncak arus mudik kedua itu terjadi pada tanggal 18 Maret 2026 dan 19 Maret 2026. Sedangkan prediksi puncak balik di tanggal 20 Maret–25 Maret 2026. Kemudian prediksi puncak arus balik kedua di 28 Maret 2026–29 Maret 2026. Dengan diberlakukan WFA ini sedikit mengurangi puncak dari pelaksanaan arus mudik,” tambah Kabag Ops.

Selain WFA, pembatasan kendaran sumbu tiga sangat berpengaruh dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, upaya peningkatan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Tahun kemarin kita memang bisa menurunkan angka fatalitas 31% tapi masih jauh dari zero accident. Dengan adanya pembatasan sumbu tiga sangat berpengaruh dalam mengurangi angka kecelakaan khusunya di jalur arteri kendaraan roda dua, upaya-upaya ini kita sudah lakukan,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi kepadatan saat arus balik, Kombes Pol Aries juga menyoroti keberadaan ruas tol baru yang dapat dimanfaatkan secara fungsional, salah satunya Tol Japek II Selatan.

“Arus balik ada yang baru Japek Dua Selatan secara fungsional bisa dimanfaatkan cukup membantu pada saat arus balik dimana kendaraan itu akan bertumpuk di Cikampek dan akan crosing kendaraan dari Bandung di KM 66,” pungkas Kombes Pol Aries.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *