Sleman,REDAKSI17.COM– Pada hakikatnya, kepemimpinan tidak hanya diuji oleh kecakapan teknis dan ketepatan prosedural. Kepemimpinan juga membutuhkan kejernihan batin dan kebijaksanaan moral, dalam mengambil keputusan. Untuk itu, KAGAMA Regional Leaders Forum (KRLF) 2025 adalah ruang strategis untuk konsolidasi moral, intelektual, dan kepemimpinan kebangsaan.
Demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pembukaan KAGAMA Regional Leaders Forum 2025 di Balai Senat UGM pada Jumat (12/12). Mengangkat tema ‘Sinergi Pusat-Daerah: Inovasi Kolaborasi dan Kepemimpinan di Era Pengetatan Fiskal’, menurut Sri Sultan forum ini sangat tepat karena hadir di tengah situasi bangsa, yang sedang menghadapi beragam persoalan.
“Mulai dari kondisi pengetatan fiskal, fragmentasi sosial, disrupsi geopolitik, serta tekanan ekologis yang kian nyata. Dalam konteks hari ini, peran para alumni UGM, terutama yang kini mengemban amanah kepemimpinan, baik di daerah, lembaga publik, dan komunitas strategis, menjadi semakin penting dan menentukan,” ungkap Sri Sultan.
Sri Sultan pun mengatakan, kepemimpinan yang matang adalah kepemimpinan yang mampu mendengar isyarat, membaca tanda, dan menimbang keputusan dengan kesadaran etik, demi kemaslahatan yang lebih luas, dan berjangka panjang. Menurut pandangan Sri Sultan, kepemimpinan tidak bisa dipisahkan dari dua landasan utama: kontrak sosial dan etos peradaban.
“Dalam membaca ulang perjalanan bangsa, saya melihat, bahwa tantangan hari ini tidak dapat dijawab hanya dengan kecakapan teknis dan administrasi. Pemimpin juga harus mampu menjaga integritas moral, merawat kepercayaan, menata dialog, dan mempersatukan kepentingan,” papar Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang transenden sekaligus operasional. Kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi jangka panjang, ke dalam kebijakan yang terukur, yang konsisten menegakkan nilai, tetapi fleksibel dalam inovasi.
“Pemimpin seperti inilah yang akan menuntun bangsa keluar dari paradoks sejarahnya, dan membawa transformasi menuju peradaban yang lebih adil, unggul, dan berkelanjutan. Saya meyakini, KAGAMA memiliki modal sosial dan intelektual yang sangat besar, untuk menjadi simpul solusi kebangsaan. Jejaring alumni UGM adalah aset strategis bangsa, bukan untuk saling meneguhkan posisi, tetapi untuk saling menguatkan pembangunan,” imbuh Sri Sultan.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan, KRLF 2025 diadakan untuk mendukung upaya meningkatkan kapasitas jejaring dan sinergi KAGAMA lintas sektoral. Dengan begitu diharapkan dapat lebih lagi berdampak bagi masyarakat, sesuai dengan tagline KAGAMA, guyub, rukun, migunani.
“Peran aktif KAGAMA sebagai katalisator yang menjembatani antara pengetahuan dan implementasi kebijakan di tataran teknis tentu harus terus ditingkatkan. Tentunya kami berharap, dalam forum yang pertama kali digelar ini, menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan ide-ide inovatif dari berbagai sudut pandang maupun pemikiran,” ungkapnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama, Dr. Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc., mengatakan, diadakannya forum ini menjadi sangat relevan karena Indonesia saat ini tengah dilanda bencana alam dan ada pembatasan fiskal. Kedua hal tersebut menguji kemampuan leadership semua pemimpin untuk dapat menghasilkan penyelesaian persoalan dengan kebijakan yang tepat.
“Dalam diskusi nanti pastinya banyak pemimpin yang mempunyai praktik baik maupun pengalaman, sehingga tentu akan keluar beragam inovasi dan kreativitas. Forum ini juga untuk mengakomodir semua elemen yang ingin berkontribusi dalam penanganan masalah agar dapat dikoordinasi dan dikolaborasikan untuk menjadi kekuatan yang lebih besar,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, diserahkan pula apresiasi dan penghargaan KAGAMA Regional Leaders Forum 2025 kepada 15 kepala daerah lulusan UGM. Melalui penghargaan diharapkan semangat kepemimpinan kerakyatan dapat terus dilakukan dan terus menginspirasi hingga masa depan, guna memberikan yang terbaik bagi daerah maupun bangsa dan negara Indonesia.
HUMAS DIY




