Home / Daerah / Kulon Progo Siapkan Perpanjangan Kerjasama Strategis ‘Gelangprojo’ dengan Purworejo

Kulon Progo Siapkan Perpanjangan Kerjasama Strategis ‘Gelangprojo’ dengan Purworejo

 

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menerima kunjungan dari Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Yuli Hastuti pada Kamis (12/03/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Menoreh, Kompleks Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo.

Kedatangan Yuli Hastuti dan rombongan disambut langsung oleh Bupati Kulon Progo Agung Setyawan dan Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko.

Evaluasi kerja sama

Yuli menjelaskan kedatangannya bertujuan untuk mengevaluasi dan mempersiapkan perpanjangan Nota Kesepahaman dengan Pemkab Kulon Progo. Sebab kerjasamanya akan berakhir pada Oktober 2026.

“Kami sekaligus ingin menjalin komunikasi yang lebih detail terkait perpanjangan kerjasama yang telah disepakati sejak 2021,” kata Yuli memberikan keterangannya.

Ia menilai penajaman objek dan ruang lingkup kerjasama sangat penting dibahas mengingat adanya dinamika pembangunan di kedua wilayah. Terutama dengan adanya Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Yuli mengaku telah bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk membahas kelanjutan kerjasama dengan Kulon Progo. Menurutnya, Ngarso Dalem juga mendorong agar kedua wilayah bertetangga ini terus bersinergi.

“Menurut beliau, komunikasi dan kerjasama antara Kulon Progo dan Purworejo harus berjalan tanpa terhalang batas provinsi,” ujarnya.

Yuli pun berharap Pemkab Kulon Progo segera menindaklanjuti evaluasi kerjasama yang telah dilakukan. Termasuk memastikan keberlanjutan kerjasama agar semakin kuat dan memberikan manfaat positif bagi kedua wilayah.

Kawasan ekonomi khusus gelangprojo

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan ingin mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bertajuk “Gelangprojo”. Istilah itu merupakan singkatan dari Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.

“Kami akan siapkan jalur yang menghubungkan 3 daerah ini agar tidak ada titik kebuntuan,” jelas Agung.

Akses yang dimaksud adalah Jalur Bedah Menoreh yang menghubungkan 3 daerah ini. Pengembangan jalur itu diharapkan mampu menjadi urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan sisi barat, timur, dan selatan.

Namun Agung juga mengharapkan dukungan dari Magelang dan Purworejo untuk pengembangannya. Sebab dari sisi pembiayaan akan menjadi lebih efisien.

“Jika kita bergerak bersama, pembiayaan akan jadi lebih efisien, dan kami siap bersinergi demi kemajuan bersama,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *