Home / Ekonomi dan Bisnis / Laba UNVR Melonjak Tajam, SMDR Siapkan Ekspansi di Tengah Tekanan IHSG

Laba UNVR Melonjak Tajam, SMDR Siapkan Ekspansi di Tengah Tekanan IHSG

Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Overview Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (12/2) berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,31% dan ditutup di level 8.265,35. Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menopang pergerakan indeks, di antaranya ENRG, BMRI, dan TLKM yang mencatat kenaikan.
Sebaliknya, tekanan datang dari BBCA, DSSA, dan BRPT yang bergerak melemah. Aktivitas investor asing juga menjadi sorotan, dengan catatan jual bersih sekitar Rp2,03 triliun di pasar reguler dan Rp 1,49 triliun secara keseluruhan. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berakhir turun, dengan sektor kesehatan mencatat penurunan paling dalam, sementara sektor basic industry menjadi yang paling kuat.

Sentimen global turut membebani pasar, seiring pelemahan bursa Amerika Serikat (AS) yang tercermin dari penurunan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq. Kondisi ini membuat pergerakan pasar saham domestik masih diwarnai fluktuasi tinggi, sejalan dengan arus keluar dana asing yang juga menekan kinerja ETF EIDO dan MSCI Indonesia.

Berita Emiten
Unilever Indonesia (UNVR)
UNVR mencatatkan kinerja keuangan yang menonjol sepanjang 2025. Laba bersih perseroan melonjak 126,83% secara tahunan menjadi Rp7,64 triliun.

Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 4,31% menjadi Rp 31,94 triliun. Kontributor utama masih berasal dari segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh yang mencatat pertumbuhan lebih dari 4%, disusul segmen makanan dan minuman yang juga tumbuh mendekati 5%.

Selain peningkatan pendapatan, pengelolaan biaya yang lebih efisien turut berperan, terlihat dari penurunan beban pemasaran, penjualan, serta beban umum dan administrasi. Dampaknya, laba usaha perseroan naik lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Pergerakan saham UNVR tercatat bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek pada penutupan terakhir.

Samudera Indonesia (SMDR)
SMDR tengah menyiapkan langkah ekspansi untuk memperkuat kapasitas usaha ke depan. Perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar US$200 juta atau setara Rp3,36 triliun pada 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan armada, termasuk kapal peti kemas, kapal pengangkut bahan kimia, dan kapal LNG, serta pengembangan fasilitas kepelabuhanan dan logistik, termasuk di kawasan terminal Patimban.

SMDR juga berpotensi memperoleh dukungan dari rencana kebijakan insentif bea masuk nol persen untuk komponen galangan kapal yang tengah dibahas pemerintah. Jika kebijakan ini terealisasi, beban biaya proyek dapat ditekan sehingga mendukung efisiensi pengembangan bisnis perseroan.

Rekomendasi Saham Hari Ini
TLKM – Buy 3530-3560 | TP 3600-3700 | SL 3340

TLKM
Transaksi di sini
Powered by

BKSL – Buy 148-150 | TP 154-159 | SL 139

BKSL
Transaksi di sini
Powered by

LPKR – Buy 98-99 | TP 102-105 | SL 92

LPKR
Transaksi di sini
Powered by

AADI – Buy 8550-8625 | TP 8800-8950 | SL 8125

AADI
Transaksi di sini
Powered by

VKTR – Buy 880-890 | TP 915-945 | SL 845

VKTR
Transaksi di sini
Powered by

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *