Yogyakarta,REDAKSI17.COM — Upaya menghadirkan layanan perpustakaan yang nyaman, ramah, dan mudah diakses masyarakat terus dilakukan Balai Layanan Perpustakaan (Yanpus) Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Berbagai pembenahan layanan tersebut mengantarkan Yanpus DPAD DIY meraih Predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia
Predikat Menuju WBBM menjadi pengakuan atas komitmen berkelanjutan Balai Yanpus DPAD DIY dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Lebih dari itu, capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka dan nyaman.
Kepala DPAD DIY Syam Arjayanti menyampaikan bahwa capaian Menuju WBBM merupakan kelanjutan dari predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang sebelumnya telah diraih. Menurutnya, penghargaan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang jujur, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna layanan.
“Bagi kami, yang terpenting bukan sekadar predikat, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan layanan yang lebih baik, lebih nyaman, dan mudah diakses. Kepercayaan masyarakat itulah yang terus kami jaga,” ujar Syam.
Syam menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keteladanan pimpinan dan komitmen seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang melayani. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas juga memberikan kepastian layanan bagi masyarakat, termasuk kejelasan layanan yang gratis maupun berbayar, tanpa pungutan di luar ketentuan.
Untuk mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat, Balai Yanpus DPAD DIY terus menghadirkan berbagai inovasi layanan. Di antaranya Jogja LiteraSpace, perpustakaan keliling, layanan referensi, pojok baca, paket buku, pemanfaatan ruang pertemuan, layanan penelitian dan magang, serta layanan audiovisual dan digital. Inovasi tersebut dirancang agar perpustakaan semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat masa kini.
Dampak dari peningkatan kualitas layanan tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme pengunjung. Pada 2024, jumlah pengunjung Balai Yanpus DPAD DIY tercatat sebanyak 1.912.904 orang. Jumlah ini meningkat signifikan pada 2025 menjadi 3.015.556 orang. Salah satu layanan favorit masyarakat, Jogja LiteraSpace yang diluncurkan pada Mei 2025 sebagai co-working space gratis, mampu menarik lebih dari 1.000 pengunjung setiap bulan, khususnya dari kalangan anak muda.
“Jogja LiteraSpace kami hadirkan sebagai ruang belajar yang nyaman, ber-AC, dilengkapi Wi-Fi gratis, dan buka hingga malam hari. Respons masyarakat sangat baik. Ke depan, kami berencana menambah ruang agar semakin banyak warga yang bisa memanfaatkan fasilitas ini,” jelas Syam.
Sementara itu, Kepala Balai Yanpus DPAD DIY Martono Heri Prasetyo menuturkan sejak awal pihaknya berkomitmen menghadirkan pelayanan yang sederhana, jelas, dan sesuai SOP. Konsistensi menjalankan SOP menjadi kunci dalam pembangunan zona integritas. Predikat Menuju WBBM semakin memacu semangat inovasi, termasuk dengan memperpanjang jam layanan hingga pukul 22.00 WIB melalui Jogja LiteraSpace.
“Meski dengan keterbatasan anggaran, kami berupaya tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari perbaikan layanan. Masukan dan penilaian publik menjadi bahan evaluasi agar layanan perpustakaan semakin baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tandasnya.
Dengan diraihnya predikat Menuju WBBM, Balai Yanpus DPAD DIY bertekad menjadikan capaian ini sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas inovasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat. Predikat Menuju WBBM diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga menjadi komitmen nyata dalam menghadirkan perpustakaan sebagai pusat literasi yang modern, ramah, dan melayani seluruh lapisan masyarakat.
Humas Pemda DIY



