Lebanon, REDAKSI17.COM – Pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali menjadi korban ledak4n pada Jumat (3/4/2026). Ledak4n terjadi di dalam fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di dekat El Adeisse, wilayah selatan Lebanon yang memang dikenal rawan k0nflik. Akibat insiden tersebut, tiga personel penjaga perdamaian terluk4, dua di antaranya mengalami luka serius dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, pihak UNIFIL menyatakan belum mengetahui secara pasti asal-usul led4kan yang terjadi di dalam area fasilitas PBB tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena merupakan insiden ketiga yang menimpa pasukan UNIFIL hanya dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan meningkatnya risiko keamanan di wilayah operasi mereka. Situasi di Lebanon selatan memang sedang tegang akibat k0nflik yang melibatkan berbagai pihak bersenj4ta, sehingga pasukan penjaga perdamaian menghadapi anc4nan serius meskipun tugas utama mereka adalah menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil. Pusat Informasi PBB di Indonesia memastikan bahwa tiga personel yang terluka merupakan warga negara Indonesia, memperkuat kekhawatiran terhadap keselamatan prajurit Indonesia yang sedang menjalankan misi internasional.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa para korban sudah dievakuasi untuk mendapat perawatan, namun penyebab pasti led4k4n masih belum diketahui. PBB juga mengingatkan semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati keselamatan pasukan penjaga perdamaian, karena mereka berada di lokasi untuk membantu menjaga perdamaian, bukan menjadi bagian dari pertempuran.
Sumber: IDN Times, Detik, Bloomberg Technoz, IDX Channel, pernyataan resmi UNIFIL melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia.





