JAKARTA,REDAKS17.COM : Langkah penambahan keterampilan baru pada peserta didik harus konsisten direalisasikan sebagai bagian dari penerapan sistem pendidikan yang adaptif untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Tenaga kerja yang mampu menjawab pesatnya perkembangan industri saat ini sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi pertumbuhan. Dibutuhkan sistem pendidikan adaptif yang menghasilkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan mampu menjawab tantangan tersebut,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, pekan lalu, mengungkapkan bahwa 59% pekerja di dunia membutuhkan keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Perubahan teknologi dan ekonomi global membuat kebutuhan industri ikut bergeser.
Menurut Lestari, sejumlah tantangan tersebut harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan, agar SDM yang ada memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa pergeseran kebutuhan industri saat ini menyebabkan sejumlah sektor baru tumbuh seperti antara lain ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga ekonomi berkelanjutan.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, kemampuan peserta didik di sejumlah sektor baru itu harus mampu ditanamkan pada institusi pendidikan, dalam menyikapi pergeseran kebutuhan tenaga kerja di sektor industri itu.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat mampu bersama-sama merealisasikan sistem pendidikan adaptif yang mampu menjawab tantangan kebutuhan industri di Tanah Air, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik di masa depan. (*)




