Home / Ekonomi dan Bisnis / Luhut Usul Struktur Baru Pejabat BEI-OJK ke Prabowo, Bos Bursa Buka Suara

Luhut Usul Struktur Baru Pejabat BEI-OJK ke Prabowo, Bos Bursa Buka Suara

Jakarta,REDAKSI17.COM – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan struktur calon pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam usulannya, DEN mendorong pejabat lembaga tersebut dipimpin anak muda berpengalaman, memiliki kredibilitas, dan tak mudah diintervensi.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengaku terbuka dengan usulan-usulan tersebut. Ia juga menegaskan siap terhadap segala perubahan.

“Kami sangat terbuka terkait itu. As a profesional, kami siap dengan perubahan-perubahan apapun,” singkat Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, Jeffrey juga berterima kasih menyusul pertemuan DEN dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi dukungan untuk mendorong reformasi pasar modal.

“Terima kasih kalau ada ada pihak lain yang juga mendukung, tentu terima kasih,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku akan mengusulkan struktur pejabat untuk OJK-BEI. Menurutnya, kedua lembaga ini perlu diisi anak muda yang memiliki pengalaman, kredibilitas, dan tidak mudah diintervensi.

“Saya juga berpikir, usulan saya mungkin nanti saya akan lapor ke Bapak Presiden, cari saja anak muda. Kenapa musti orang-orang terkenal? Cari anak muda yang punya pengalaman, yang punya kredibilitas, untuk menjadi misalnya di OJK, pasar modal, yang tidak bisa ditervensi siapa-siapa,” ungkap Luhut kepada wartawan di Kantor DEN, Jakarta, Jumat (13/2).

Luhut mengaku telah melakukan berbagai kajian ke sejumlah tempat untuk menyusun struktur baru calon pejabat OJK-BEI. Usulan yang akan diajukan ini disebut akan sejalan dengan apa yang diinginkan Prabowo.

“Saya sounding ke banyak tempat, jadi saya sampai pada kesimpulan, struktur ini, aturan ini mungkin yang paling baik buat kita. Dan saya lihat Presiden orangnya sangat jelas maunya, pokoknya nasionalisme, dan transparan, dan untuk kepentingan orang lain,” ungkapnya.

Adapun sebelumnya, ia mengaku sempat berdiskusi dengan MSCI selama dua jam. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku banyak membahas tentang reformasi pasar modal. Dalam kesempatan tersebut, Luhut menjelaskan langkah digitalisasi yang tengah didorong pemerintah melalui Government Technology (GovTech).

Digitalisasi ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan hingga penyaluran bantuan sosial (bansos). Digitalisasi ini dilakukan berdasarkan hasil asistensi bersama World Bank hingga penelitian Harvard Institute. Luhut pun menegaskan ke MSCI, tidak ada masalah yang tengah dihadapi Indonesia.

“MSCI menjadi momentum total untuk capital market reform, karena ini kemarin Morgan Stanley datang ke kantor saya. Kami diskusi hampir 2 jam,” ungkap Luhut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *