BALI,REDAKSI17.COM — Ketua Paguyuban Suka Duka Kodi Pasola Bali bersama Tim Satgas Kodi Pasola Bali (KOPAS Bali) mengambil langkah cepat dengan memulangkan salah satu warga atas nama Lukas Loghe Kaka, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan tempat tinggalnya.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan kondusivitas di tanah rantau. Lukas diketahui kerap menimbulkan keributan dan mengganggu ketenangan lingkungan kos, sehingga menjadi perhatian serius pengurus.
Menurut keterangan pengurus, Lukas telah dipantau sejak malam hingga pagi hari, Rabu, 21 Januari 2026, mengingat kondisi dan perilakunya dinilai tidak stabil. Atas dasar pertimbangan tersebut, Ketua Kodi Pasola Bali bersama beberapa unsur pengamanan Satgas KOPAS Bali langsung melakukan tindakan preventif.
Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini, agar permasalahan tidak meluas, tidak menjadi viral, serta tidak sampai melibatkan aparat kepolisian. Diketahui, sebelum kejadian, yang bersangkutan sempat mengonsumsi minuman keras (miras), sehingga berpotensi memicu konflik, baik dengan keluarga maupun dengan warga sekitar.
Sebagai solusi terbaik, Pengurus Kodi Pasola Bali mengambil kebijakan untuk membelikan tiket dan memulangkan Lukas ke kampung halaman, agar dapat menenangkan diri dan kembali bersama keluarganya.
“Ini adalah langkah kecil namun penting, demi mencegah persoalan yang lebih besar dan melibatkan banyak pihak. Kami bergerak bersama sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar perwakilan pengurus.
Pengurus menegaskan bahwa tindakan ini bukan bentuk hukuman, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama warga Kodi di perantauan.
Bergerak bersama, melakukan hal kecil yang bermanfaat, tanpa perlu melakukan hal besar untuk dipuji—itulah semangat yang terus dijaga oleh Kodi Pasola Bali.




