Yogyakarta, REDAKSI17.COM – Melihat perkembangan situasi regional khususnya di Yogyakarta dan nasional saat ini mulai dari masih maraknya aksi kejahatan, aksi intoleransi dan respon adanya produk baru kebijakan pemerintah seperti di berlakukanya KUHP dan KUHAP baru mendorong berbagai elemen gerakan mahasiswa yang ada di wilayah Yogyakarta menggelar kajian dalam bingkai diskusi publik yang di inisiasi oleh Syafaat Taslim KORDUM (Koordinator Umum) Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY).
Dalam diskusi publik oleh mahasiswa jogja di gelar pada hari Rabu, 11 Februari 2026 di Taman Langit Resto mengangkat tema “ Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Kondusifitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat” , Syafaat Taslim menggandeng para aktivis mahasiswa yang menjadi stakeholder di kampus perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta untuk duduk bersama dalam rangka menyikapi perkembangan situasi baik regional maupun nasional.
Syafaat Taslim yang merupakan aktivis mahasiswa menganalisa bahwa Permasalahan yang nampak yang sampai saat ini masih berlangsung adalah masihnya maraknya aksi kejahatan, aksi intoleransi dan bentuk aksi lain khususnya di wilayah Yogyakarta yang tentunya mengganggu stabilitas kamtibmas.
“Aksi kejahatan jalanan dan aksi penjambretan sampai saat ini masih marak dan berlangsung di wilayah Yogyakarta di tambah lagi aksi intoleransi juga terjadi di wilayah Yogyakarta dan viral di medsos” Ujar Syafaat Taslim
“Melihat perkembangan situasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional , mahasiswa sebagai garda terdepan bangsa wajib memberi kontribusi dalam membantu pemerintah dan Polri dalam mewujudkan stabilitas dan kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.
Syafaat Taslim menambahkan bahwa mahasiswa harus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dan Polri dalam upaya menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah Yogyakarta khususnya dan nasional umumnya terlebih menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri .
Peran aktif mahasiswa bisa dengan secara masif menjalin sinergitas dengan semua lini dalam terutama Polri dalam menanggulangi dan memutus rantai aksi kejahatan serta penyebaran paham radikal yang mengarah pada aksi intoleransi. Mahasiswa juga harus lebih mengutamakan kajian-kajian akademik dalam menyikapi produk baru dari kebijakan pemerintah terkait KUHP dan KUHAP baru.
“Kami menghimbau kepada kawan-kawan aktivis mahasiswa yang menjadi stakeholder di kampusnya masing-masing agar bisa dan mau ikut berperan aktif dalam menciptakan kondusifitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan mengajak mahasiswa di tiap-tiap kampus di wilayahnya sendiri,” imbuhnya.
Syafaat juga menegaskan untuk kita bersama mendukung Polri dalam rangka penegakan hukum terhadap semua pelaku kejahatan yang ada di wilayah yogyakarta untuk terciptanya kamanan dan ketertiban.
Selanjutnya Syafaat mengajak seluruh rakyat dan civitas akademika untuk bersama bersinergi dengan pemerintah dan polri dalam mewujudkan kondusifitas keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di wilayah Yogyakarta khususnya untuk jogja yang aman dan nyaman.
“Kita bahu membahu bersama pemerintah dan polri dalam menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat guna mewujudkan stabilitas negara di berbagai bidang,” jelas Syafaat (*)




