
KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo kembali melaksanakan agenda rutin Safari Jumat sebagai upaya mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan bantuan nyata kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Falaah, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, pada Jumat (30/1/2026).
Dalam penyaluran bantuan kali ini, ada pemberian jaminan sosial bagi para penjaga masjid atau biasa disebut marbot. Dua orang marbot di Masjid Al-Falaah yaitu Supriyadi dan Irham Sutoto menerima bantuan berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun penuh.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kulon Progo, Jazil Ambar, menjelaskan pemberian jaminan ketenagakerjaan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, tapi punya peran sosial yang besar.
Jaminan ini lanjut Jazil, penting agar saat terjadi risiko kerja, keluarga yang ditinggalkan tidak semakin terpuruk. Bahkan, anak-anak dari pada marbot tetap bisa mendapatkan beasiswa hingga perguruan tinggi.
“Marbot ini kan kondisinya seringkali terbatas secara ekonomi. Dengan jaminan ini, jika terjadi risiko kerja, keluarga tidak semakin susah. Bahkan, ada manfaat beasiswa bagi anak-anak marbot hingga perguruan tinggi. Ini solusi nyata yang kami tawarkan,” ujar Jazil, saat ditemui di lokasi siang ini.
Selain perlindungan sosial, Pemkab Kulon Progo juga menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp15 juta untuk pembangunan fisik Masjid Al-Falaah. Melengkapi bantuan tersebut, ada BAZNAS Kulon Progo yang turut menyalurkan dana sebesar Rp4 juta untuk operasional masjid, sehingga total bantuan dana yang diterima pihak takmir mencapai Rp19 juta.
Dalam sektor sosial-ekonomi, tim Safari Jumat Pemkab Kulon Progo juga menyalurkan santunan kepada 9 orang dhuafa dengan nominal masing-masing Rp500 ribu. Jazil menekankan bantuan ini tidak sekadar santunan, melainkan stimulan untuk warga yang memiliki potensi ekonomi.
“Kemudian di samping itu juga, ini diberikan bantuan untuk warga masyarakat jemaah yang punya potensi ekonomi. Kenapa ini kita gerakkan? Karena kita tahu bersama bahwa Kabupaten Kulon Progo tingkat kemiskinannya masih cukup memprihatinkan. Sehingga kita dorong jemaah masjid ataupun kanan-kiri yang dalam kondisi ekonomi terbatas tetapi mereka punya potensi ekonomi, kita berikan stimulan untuk mereka bisa berbuat, bergerak kegiatan ekonominya,” terangnya.
Jazil menambahkan, Safari Jumat bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen untuk menekan angka kemiskinan dan stunting di Kulon Progo yang dinilai masih cukup memprihatinkan. Bantuan stimulan diberikan kepada jemaah yang memiliki potensi ekonomi agar mereka mampu bergerak mandiri secara finansial.
“Kita dorong jemaah yang punya potensi ekonomi agar ada tambahan penghasilan. Harapannya, ekonomi meningkat dan potensi stunting bisa kita tekan sedemikian rupa melalui penguatan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Takmir Masjid Al-Falaah, Mahmudi, mengungkapkan rasa syukurnya. Dia menjelaskan bahwa dana tersebut akan diprioritaskan untuk kenyamanan jemaah.
“Kami sangat senang, mudah-mudahan berkah. Rencananya dana ini akan digunakan untuk memasang atap seng di tempat wudhu agar jemaah tidak kehujanan, serta memperbaiki peralatan kerja marbot,” kata Mahmudi.
Kegiatan di Masjid Al-Falaah ini merupakan lokasi kedua dari total 35 lokasi yang direncanakan dalam rangkaian Safari Jumat tahun ini. Sebelumnya, kegiatan perdana telah dilangsungkan di wilayah Glagah, Kapanewon Temon. Pemkab Kulon Progo berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan ini secara maraton setiap Jumat di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo.


